Breaking News
RPH Surabaya Bahas Kesiapan Unit Tambak Osowilangon, Mitra Jagal Ajukan Sejumlah Masukan Polres Tulungagung Sidak Pangkalan LPG, Pastikan Ketersediaan Gas Bersubsidi Aman Diduga Jual Nama Adik Presiden, Aparat Diminta Usut Tuntas Konflik Kepentingan Proyek Energi Nasional Polres Probolinggo Kota Amankan Tersangka Spesialis Pembobol Sekolah dan Perkantoran Polres Probolinggo Kota Amankan Tersangka Spesialis Pembobol Sekolah dan Perkantoran* KOTA PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo Kota Polda Jatim menangkap seorang pria berinisial AE (32) atas kasus pencurian barang elektronik di sejumlah lokasi di wilayah Kota Probolinggo. AE ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota pada Rabu (3/2/2026) sekitar pukul 18.15 WIB di wilayah Mayangan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka tercatat sudah 12 kali melakukan aksi pencurian di sekolah dan perkantoran. Hal itu seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin didampingi Plt Kasi Humas Iptu Zainullah, Kamis (26/2/26). AKP Zaenal Arifin menjelaskan, tersangka menyasar berbagai barang elektronik yang memiliki nilai jual. “Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian sebanyak 12 kali di lokasi berbeda,” ujar AKP Zaenal. Kasus terakhir terjadi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Kecamatan Kanigaran pada Rabu (28/1/2026) dini hari. Di lokasi tersebut, tersangka mengambil 1 unit AC karena merupakan barang elektronik yang tersedia di tempat kejadian. Kepada Polisi, tersangka mengaku beraksi seorang diri dengan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran. Setelah menemukan lokasi yang dinilai sepi, pelaku masuk dengan merusak akses bangunan dan mengambil barang elektronik yang bisa dijual kembali. “Tersangka mengambil barang elektronik yang mudah dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah AKP Zaenal. Dari penangkapan ini, Polisi menyita 1 unit AC Samsung ½ PK (indoor dan outdoor), sepeda motor Honda CB150R yang digunakan saat beraksi, serta sejumlah alat seperti obeng dan tang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara dan denda hingga Rp 500 juta. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain serta menelusuri dugaan penadah barang hasil curian tersebut. (*)
banner 1000x130
Pemkot  

PENDIDIKAN DI SURABAYA HARUS HUMANIS, WALI KOTA ERI CAHYADI: AGAR SISWA MEMILIKI RASA HORMAT PADA GURU

banner 2500x130

SURABAYA |nusantarajayanews.id – Dalam memperingati Hari Guru Nasional dan HUT Ke 77 PGRI tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar seminar nasional di Graha Sawunggaling, Jumat (18/11/2022). Seminar bertema “Guru Bersinergi Wujudkan Pendidikan Surabaya yang Bermutu dan Humanis” itu, dibuka secara langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi.

Di seminar ini, Pemkot Surabaya menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI, Nunuk Suryani, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati dan masih banyak lainnya. Seminar ini juga diikuti langsung oleh 400 guru dan ribuan lainnya melalui daring.

banner 1000x130

Pada saat sambutan, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pendidikan di Surabaya itu harus bermutu dan humanis, sesuai dengan tema seminar kali ini. Dengan adanya seminar tersebut, ia meminta agar para guru yang hadir secara langsung maupun daring untuk memanfaatkan kesempatan ini.

“Saya berharap, pendidikan di Surabaya itu bisa berubah. Kalau soal mutu pendidikan jangan ditanya lagi, Surabaya pasti bermutu. Tapi kalau soal humanis, itu perlu digaris bawahi, bagaimana kita menjadikan siswa ini memiliki rasa segan dan hormat pada gurunya,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri Cahyadi menginginkan, para guru bisa memberikan rasa ikatan batin dengan muridnya. Ketika guru memiliki keterikatan batin dengan muridnya, maka karakter pada diri murid akan terbentuk hingga menjadi bekal ketika mereka dewasa nanti.

“Karena tugas saya dengan panjenengan (guru) itu tujuannya satu, menciptakan anak – anak yang memiliki jiwa pemimpin bangsa dengan akhlakul karimah,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menegaskan, para guru wajib menanamkan rasa saling tolong – menolong dan peduli terhadap sesama, kepada muridnya. “Yang paling penting lagi itu, murid di Surabaya harus menjadi anak yang berkarakter. Jangan sampai, anak itu menjadi jadi pintar, tapi tidak memiliki karakter,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menyampaikan, di peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke 77 PGRI tahun 2022 ini, akan mengubah beberapa hal. Diantaranya, soal penambahan bangunan sekolah dan mengubah jam belajar.

“Kemarin kan sudah ada pendidikan karakter. Nah, untuk saat ini itu ada sekolah yang mempunyai jadwal belajar mengajar dua shift pagi dan siang, nanti kita ubah menjadi satu shift. Karena kalau dua shift, itu akan mempengaruhi psikologi dan kesehatan, serta kualitas belajar murid,” ucap Yusuf.

Di kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya, Agnes Warsiati menyampaikan, seminar ini adalah kesempatan emas bagi para guru di Kota Pahlawan. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga dijadikan bekal para murid di masa depan.

Saat acara, Agnes juga menyampaikan terima kasih kepada Cak Eri Cahyadi, telah memberikan fasilitas dan mendukung para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya menjadi lebih baik lagi. “Terima kasih Pak Wali Kota, telah memberikan support kepada kami (para guru) untuk bersama – sama menjadi maju, kreatif, bermartabat, humanis dan berkualitas,” pungkasnya. (red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130