Surabaya |nusantarajayanews.id – Polrestabes Surabaya telah melakukan pemetaan titik rawan Surabaya, untuk disiagakan personel kepolisian, menjelang malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya konvoi yang dapat memicu tawuran.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, nantinya di titik tersebut akan dilakukan penyekatan. Namun, bersifat sebagai skrining saja, dan bukan penutupan jalan.
“Kita akan melakukan penyekatan-penyekatan dalam konteks monitoring keluar masuknya kendaraan, bukan penyekatan untuk tidak boleh masuk Surabaya,” katanya di Polda Jatim, Rabu (21/12/2022).
Hal ini dilakukan mengingat persebaran Covid-19 dapat ditangani oleh Pemkot Surabaya. Sehingga, untuk mempercepat tumbuhnya perekonomian, mal, tempat wisata dan UMKM sudah beroperasional.
Berdasar perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diteruskan Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, pihaknya melibatkan CCTV dan ETLE yang tersebar di seluruh Surabaya, dalam pengamanan malam pergantian tahun.
“Pengamanan di era digital ini pastinya jadi sebuah konsep dengan penguatan CCTV, ETLE dan sebagainya, serta peran media dan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan di malam tahun baru,” tambahnya.
Nantinya, bila terekam CCTV ada masyarakat yang melakukan pelanggaran ataupun berbuat kejahatan, pihaknya akan menindak secara preventif, preemtif dan represif, tergantung fatalitas kesalahan.
“Kami akan melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya, apabila terjadi atau nampak perilaku yang menyimpang, negatif dan perlu dilakukan tahapan yang harus kita lakukan, tetap kita laksanakan,” ungkapnya.
Sesuai kelonggaran yang diberikan oleh Jenderal Listyo, yang memperbolehkan tilang manual, Kombes Yusep mengimbau anggotanya untuk betul-betul melakukan pertimbangan, bila ditemukan pengendara yang melanggar.
“Itu akan kita pertimbangkan dengan kesalahan-kesalahan tertentu secara skala prioritas. Bisa aja kita lakukan apabila sudah berlebihan, seperti tidak menggunakan helm, berbonceng empat dan sebagainya,” pungkasnya. (red)
















