Post Views Today: 11
SURABAYA |nusantarajayanews.id – Maraknya perkelahian dengan melibatkan anak anak Genk yang notabenenya masih kecil, namun mampu membuat masyarakat sekitar resah, kali ini mendapat perhatian penuh dari pemerintah kota Surabaya untuk menciptakan suasana tertib dengan mengadakan patroli malam.
Hal ini merupakan sebuah wujud dari pemerintah kota Surabaya bersama TNI-POLRI untuk memberikan rasa aman dan nyaman, serta perkelahian antar Genk tidak terjadi kembali.
Tentunya untuk memberikan kontribusi nyata, Aliansi Madura Indonesia (AMI), juga turut andil dalam peran serta menjaga keamanan dan kenyamanan kota Surabaya.
Seperti malam ini (4/12), puluhan punggawa AMI mengikuti program yang diadakan oleh Pemkot Surabaya bersama tiga pilar dengan mengadakan patroli malam, mulai dari menyisir wilayah Surabaya Barat, Utara, Timur Selatan.
Dari hasil penelusuran di wilayah Surabaya Utara, telah ditemukan puluhan pemuda remaja yang berdalih hendak pulang usai melakukan sholawat.
Kendati demikian, pihak pemerintah bersama AMI mencoba menanyakan lebih dalam tujuan mereka sebenarnya, dan berhubung tidak ditemukan benda yang dirasa mencurigakan, lantas petugas menyuruh mereka pulang ke rumah masing-masing.
“Kami selaku putra putri Aliansi Madura Indonesia ingin memberikan kontribusi nyata, bahwasanya keamanan dan kenyamanan kota Surabaya adalah tanggung jawab kami, untuk itu jika ada yang berani mengganggu ketentraman, maka kami dari AMI akan menjadi garda terdepan membasmi semua itu,” tandas kepala Departemen Satgas Bledex sang panglima kuda liar usai melaksanakan patroli malam bersama tiga pilar kota Surabaya.
Bledex sang panglima kuda liar juga menambahkan, bahwasanya Aliansi Madura Indonesia akan senantiasa mengikuti program dari pemerintah yang sifatnya memberikan pelayanan dan keamanan terhadap masyarakat, sampai situasi menjadi tenang kembali. (red)
Berita Terkait
Polres Probolinggo Kota Amankan Tersangka Spesialis Pembobol Sekolah dan Perkantoran* KOTA PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo Kota Polda Jatim menangkap seorang pria berinisial AE (32) atas kasus pencurian barang elektronik di sejumlah lokasi di wilayah Kota Probolinggo. AE ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota pada Rabu (3/2/2026) sekitar pukul 18.15 WIB di wilayah Mayangan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka tercatat sudah 12 kali melakukan aksi pencurian di sekolah dan perkantoran. Hal itu seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin didampingi Plt Kasi Humas Iptu Zainullah, Kamis (26/2/26). AKP Zaenal Arifin menjelaskan, tersangka menyasar berbagai barang elektronik yang memiliki nilai jual. “Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian sebanyak 12 kali di lokasi berbeda,” ujar AKP Zaenal. Kasus terakhir terjadi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Kecamatan Kanigaran pada Rabu (28/1/2026) dini hari. Di lokasi tersebut, tersangka mengambil 1 unit AC karena merupakan barang elektronik yang tersedia di tempat kejadian. Kepada Polisi, tersangka mengaku beraksi seorang diri dengan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran. Setelah menemukan lokasi yang dinilai sepi, pelaku masuk dengan merusak akses bangunan dan mengambil barang elektronik yang bisa dijual kembali. “Tersangka mengambil barang elektronik yang mudah dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah AKP Zaenal. Dari penangkapan ini, Polisi menyita 1 unit AC Samsung ½ PK (indoor dan outdoor), sepeda motor Honda CB150R yang digunakan saat beraksi, serta sejumlah alat seperti obeng dan tang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara dan denda hingga Rp 500 juta. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain serta menelusuri dugaan penadah barang hasil curian tersebut. (*)
