Bali |nusantarajayanews.id – Belum terungkapnya motif tewasnya Aldi Nababan menjadi pertanyaan publik, asumsi terkesan lambat dan kurang gercep dalam kinikerja pihak Kepolisian khususnya penyidik.
Dalam hal sosok Eva Nababan, saat ini menjadi buah bibir di masyarakat khususnya di Media Sosial.
Pada saat percakapan dengan Jurnalis Indonesia secara langsung, Jum’at (8/12/23) bahwasannya Eva tidak pernah melihat jenazah Aldi saat itu, karena ditempat kejadian jenazah sudah dibawa ke RS. Sangla.
“Saya belum sempat melihat jenazah Aldi, pada saat itu jenazahnya langsung di larikan ke Rumah Sakit.” ujar Eva.
Eva menjelaskan bahwa hubungan pertemanan dengan Aldi, saat itu diperkenalkan lewat teman beberapa tahun lalu, selanjutnya tidak pernah kontak lagi.
“Kalau dengan Mona (kakak Aldi), Saya bertemanan sesama Organisasi dan satu alumni.” jelas Eva.
Terkait masalah HP, Eva hanya menerjemahkan saja dalam bahasa Batak dan pada saat itu diminta Polisi tanpa mengesernya.
“Saya cuma hanya penghubung yang diminta untuk menjelaskan ke keluarganya, sedangkan saat proses pengiriman jenazah saya ikut serta.” kata Eva.
Dalam hal kasus ini, Eva merasa terganggu terutama dalam kehidupan privasinya, karena banyak hujatan dan tuduhan yang tidak benar di medsos terhadapnya.
“Saya berharap kasus ini cepat terungkap dengan cepat,” ucap Eva.
Kita semua belum tahu hasil otopsi diumumkan Kepolisian, harapan publik dalam kasus ini harus transparan dan terang benderang.
Diharapkan juga untuk diadakan Konferensi Pers terbuka kepada semua Media, agar masyarakat mengetahui kasus ini kebenarannya.
Terkait masalah Konferensi Pers sebaiknya pihak Kepolisian jangan tembang pilih terhadap media dan jangan hanya memberikan ruang kepada Media yang dapat undangan.
Media independent diharapkan boleh mengikuti kegiatan Konferensi Pers saat pengungkapan kasus tersebut secara terbuka sesuai rilnya. (Nt)
















