banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130

Tragedi Pendaki Gunung Saeng, Perhutani Larang Pendakian ke Tiga Gunung di Lereng Argopuro

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Bondowoso |Nusantara Jaya News – Keindahan tiga puncak gunung yang berada di lereng Argopuro, yakni Gunung Piramid, Gunung Gulgulan, dan Gunung Saeng selama ini menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta alam dan pendaki. Ketiga gunung tersebut kerap menjadi objek pendakian, meski belum memiliki jalur resmi maupun pengelolaan wisata pendakian dari pihak berwenang. Dari kejauhan, ketiga puncak tampak menawan, bahkan dapat dinikmati langsung dari pusat kota Bondowoso.

Namun, daya tarik visual tersebut ternyata menyimpan risiko yang tidak kecil. Pasca ditemukannya korban jiwa atas nama Fahrul Hidayatullah alias Baim (18), pelajar SMK 5 Jember, yang dilaporkan meninggal saat melakukan pendakian di Gunung Saeng, Perum Perhutani KPH Bondowoso secara resmi mengeluarkan larangan aktivitas pendakian ke Gunung Saeng, Gunung Piramid, dan Gunung Gulgulan.

banner 300x250

Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, saat ditemui media di ruang kerjanya pada Kamis (8/10/2025), menegaskan bahwa ketiga gunung tersebut belum dikelola sebagai destinasi wisata minat khusus berupa pendakian. “Ketiga gunung tersebut, termasuk Gunung Saeng yang berada di wilayah RPH Curahdani dan RPH Wringintapung BKPH Bondowoso, memiliki medan yang sangat terjal dan sulit,” jelasnya.

Ia menambahkan, akses menuju puncak hanya berupa jalan setapak yang sempit, dengan sisi kanan dan kiri berupa tebing padas curam dan dalam. “Kondisi itu sangat berisiko bagi keselamatan para pendaki. Maka saya himbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pendakian ke tiga puncak tersebut,” tegasnya.

Senada dengan Perhutani, Camat Binakal, Ifan Arifandi, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular menyampaikan bahwa pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi tingkat kecamatan usai insiden pendaki yang meninggal. “Rapat tersebut juga dihadiri oleh pihak Perhutani, dan dari hasil rapat, kami sepakat untuk menutup semua jalur pendakian ke ketiga gunung tersebut untuk sementara waktu guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali,” terangnya.

Larangan pendakian ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi para pendaki dan masyarakat luas agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di jalur berbahaya. Hingga kini, upaya pengawasan dan sosialisasi terus dilakukan oleh Perhutani bersama Muspika setempat untuk menegakkan kebijakan tersebut dan menjaga keselamatan publik. (Red)

banner 1000x130
https://nusantarajayanews.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0005-e1748427094351.jpg
banner 1000x130 banner 2500x130