banner 1000x130

Penjualan Eceran di Bali November 2025 Diprakirakan Meningkat, Didorong Momentum Galungan–Kuningan dan Konsumsi Masyarakat yang Tetap Kuat

banner 2500x130

Denpasar |Nusantara Jaya News — Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada November 2025 diprakirakan menunjukkan tren peningkatan yang solid. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang mencapai 121,7 atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,8 persen (year on year/yoy). Capaian ini menegaskan bahwa aktivitas penjualan ritel di Bali masih berada pada level optimis, ditunjukkan dengan indeks di atas angka 100.

Secara bulanan, IPR Bali pada November 2025 meningkat sebesar 1,1 persen (month to month/mtm). Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya penjualan pada kategori Barang Budaya dan Rekreasi. Subkategori ini mencakup berbagai produk hiburan, termasuk mainan anak-anak, yang mengalami lonjakan permintaan seiring momentum perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

banner 1000x130

Peningkatan penjualan mainan anak terjadi karena banyak pedagang eceran memanfaatkan momen hari raya keagamaan tersebut dengan membuka lapak di sekitar pura-pura. Aktivitas ini turut mendorong peningkatan permintaan di tingkat grosir. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan bulanan indeks penjualan riil kategori Barang Budaya dan Rekreasi yang mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan kategori lainnya, yakni sebesar 2,9 persen (mtm).

Optimisme pelaku usaha ritel ini sejalan dengan kondisi inflasi tahunan di Provinsi Bali yang masih terjaga. Pada November 2025, inflasi Bali tercatat sebesar 2,51 persen (yoy), berada dalam rentang target sasaran inflasi nasional tahun 2025 sebesar 2,5 ± 1 persen. Stabilitas harga ini turut menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan konsumsi domestik.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali, peningkatan penjualan ritel pada November 2025 tidak hanya terjadi pada sektor rekreasi. Beberapa subsektor pembentuk IPR lainnya juga diprakirakan mengalami pertumbuhan. Penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat sebesar 2,6 persen (mtm), disusul sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 2,3 persen (mtm). Sementara itu, penjualan Sandang meningkat 1,0 persen (mtm), Barang Lainnya—yang mencakup farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, serta barang kimia untuk rumah tangga—tumbuh 0,6 persen (mtm), dan Peralatan Informasi serta Komunikasi meningkat 0,4 persen (mtm).

Kinerja IPR Bali yang tetap positif ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat masih berada dalam tren yang baik, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global. Survei Penjualan Eceran sendiri merupakan survei bulanan yang dilakukan terhadap sekitar 100 penjual eceran di Kota Denpasar dan sekitarnya, dengan tujuan memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga.

Ke depan, prospek penjualan ritel di Bali diperkirakan tetap tumbuh positif. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang terus menunjukkan tren peningkatan. IEP mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah. Para responden memperkirakan penjualan dalam tiga hingga enam bulan mendatang tetap terjaga, dengan IEP Januari 2026 mencapai 190 dan April 2026 sebesar 186. Kedua angka tersebut berada jauh di atas zona optimis (IEP > 100).

Meskipun dinamika ekonomi global masih membayangi, tingginya IEP mengindikasikan bahwa perekonomian Bali diproyeksikan terus berkembang. Untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia memutuskan menahan tingkat suku bunga pada November 2025. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga.

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus aktif menggelar berbagai upaya pengendalian harga. Operasi pasar murah dilaksanakan pada momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta menjelang libur Natal dan akhir tahun 2025, khususnya untuk komoditas pangan strategis.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terus bersinergi untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang ada. (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130