Samosir|nusantara jaya news |— Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Ulos Hutaraja Pardamean, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan City Branding Samosir melalui Storytelling Ulos Sibolang: Dari Warisan Batak untuk Pengabdian SDGs.”
Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan narasi city branding Kabupaten Samosir berbasis kekuatan budaya lokal, khususnya Ulos Sibolang yang memiliki ciri khas warna biru indigo alami. Melalui pendekatan storytelling digital, potensi budaya tersebut diharapkan tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal.
Sebanyak 15 penenun tradisional, seluruhnya perempuan, terlibat sebagai peserta dalam kegiatan ini. Kampung Ulos Hutaraja dikenal sebagai ikon tenun di kawasan Danau Toba, di mana perempuan desa berperan penting dalam menjaga tradisi sekaligus menopang ekonomi keluarga melalui hasil tenun ulos.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bali, Kediri, dan Malaysia. Sejumlah mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie turut menjadi narasumber, yakni Stella Florensia, Siska Ramadhani, Ristien Yuendrieni, Ananto Pratikno, Zhafran Ferosa, dan Meri Indah Sari. Materi yang disampaikan meliputi digital storytelling untuk city branding, strategi pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan iklan berbayar berbiaya rendah, serta pembuatan konten visual menggunakan smartphone dengan aplikasi Canva dan CapCut.
Dalam kegiatan ini, para peserta juga mempraktikkan langsung pengambilan foto dan video Ulos Sibolang serta proses pengeditannya. Hasil karya peserta kemudian dievaluasi dan dipilih lima karya terbaik sebagai bentuk apresiasi.
Acara dibuka oleh Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini, S.Sos., M.Si, bersama Kepala Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Raja Sondang Simarmata, S.T. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa wisata dalam memperkuat pelestarian budaya dan pengembangan potensi daerah.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas Bakrie berharap Kabupaten Samosir dapat memiliki narasi city branding yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.(Rif)














