Lumajang |Nusantara Jaya News — Bupati Lumajang Indah Amperawati atau Bunda Indah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir secara konkret dalam memperluas akses pendidikan teknologi bagi generasi muda.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penyediaan fasilitas kelas robotik di Gedung Perpustakaan di pusat kota Lumajang, sebagai ruang belajar terbuka yang inklusif dan mudah dijangkau oleh pelajar dari berbagai latar belakang.
Bunda Indah menekankan bahwa transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi modern merupakan kebutuhan di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
“Perpustakaan hari ini tidak hanya bicara buku, tetapi juga bagaimana anak-anak kita belajar teknologi, berinovasi, dan menyiapkan diri menghadapi masa depan,” tegas Bunda Indah dalam acara Peresmian Kampung Robot di Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun, Selasa (14/1/2026)
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan pendidikan teknologi tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat diakses secara merata oleh seluruh anak Lumajang. Dengan lokasi perpustakaan yang strategis, kelas robotik diharapkan mampu menjangkau pelajar dari berbagai wilayah dan latar sosial.
“Kami ingin setiap anak Lumajang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar teknologi. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator, membuka ruang, dan memberi dukungan nyata,” lanjutnya.
Sejalan dengan komitmen tersebut, penggagas Kampung Robot Ferdiansyah menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar gerakan edukasi robotik dapat berkembang secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai program sesaat.
“Ketika ruang belajar berada di tempat yang mudah diakses, anak-anak akan lebih berani mencoba dan berkreasi. Inilah kunci agar pendidikan teknologi benar-benar menyentuh semua lapisan,” ujar Ferdiansyah.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran robotik bukan hanya soal mengenal perangkat teknologi, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir generasi muda.
“Robotik melatih anak-anak untuk berpikir logis, bekerja sama, dan berani memecahkan masalah. Ini bekal penting agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan penggagas inovasi pendidikan ini diharapkan menjadikan kelas robotik di Gedung Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran terbuka yang melahirkan talenta teknologi dari Lumajang, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (MC Kab. Lumajang/red)
















