LUMAJANG |Nusantara Jaya News — Erupsi Gunung Semeru telah berlalu, namun dampaknya masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang. Hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu banjir lahar, membuat sebagian warga harus terus beradaptasi dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, terutama dari sisi ekonomi.
Sebagian penyintas kini telah menempati hunian tetap (huntap). Namun, tidak sedikit pula warga yang masih bertahan di rumah lama dengan menepi ke kawasan perbukitan demi keselamatan. Faktor ekonomi menjadi alasan utama mengapa relokasi ke huntap tidak mudah dilakukan. Kebun dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga berada jauh dari lokasi hunian baru.
Sebagai bentuk kepedulian, YBM PLN UIP JBTB menyalurkan amanah dari para muzaki untuk berbagi kebahagiaan kepada para penyintas erupsi Semeru. Bantuan disalurkan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan dasar lainnya kepada anak-anak hingga keluarga penyintas, Rabu (21/1/2025).
Manajer YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, mengatakan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat terdampak.
“Di sisi lain, kami juga mencoba berdialog dengan warga setempat terkait kondisi ekonomi. Banyak potensi yang sebenarnya bisa digali dan diberdayakan secara bersama. Namun, kendala yang sering muncul adalah keterbatasan modal, tempat, dan pendampingan,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga dirasakan para penghuni huntap di Desa Sumbermujur, Lumajang. Salah seorang warga menyampaikan bahwa hingga kini roda perekonomian belum sepenuhnya pulih.
“Ekonomi belum stabil, Mas. Mata pencaharian kami sehari-hari ada di Curah Kobokan, sementara kami tinggal di huntap yang jaraknya cukup jauh. Di sini sebenarnya ada beberapa keahlian warga, tapi terkendala modal dan pendampingan. Semoga ke depan ada jalan untuk menggerakkan ekonomi di sini,” ungkapnya.
Selain di huntap, YBM PLN UIP JBTB juga menyalurkan bantuan ke wilayah Jugosari, Kecamatan Candipuro. Bantuan diberikan kepada siswa SDN setempat serta para penyintas di wilayah seberang sungai, yang hingga kini masih terdapat beberapa kepala keluarga yang bertahan di kawasan rawan.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh para penerima manfaat atas perhatian yang terus diberikan. Ibu Nur, salah satu penyintas, mengenang kehadiran YBM PLN sejak masa erupsi.
“Terima kasih YBM PLN dan PLN yang selalu hadir untuk kami. Saya masih ingat saat erupsi terakhir sebulan lalu dan tas bantuan ini. Semoga para donatur YBM PLN selalu diberi kesehatan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, YBM PLN UIP JBTB berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan mendorong solusi jangka panjang agar masyarakat dapat kembali berdaya dan bertahan bersama keluarga tercinta.(Red)















