JAKARTA |Nusantara Jaya News — Pernyataan Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo viral dengan tegas menyatakan penolakan institusi Polri dibawah lembaga kementerian mendapat sorotan publik dan lebih memilih menjadi bertani. Ia menceritakan dirinya pernah ditawari untuk menjadi Menteri Kepolisian. Hal ini diungkapkannya saat rapat bersama Komisi III DPR RI, Senin (26/01).
“Jadi, kalau tadi saya harus memilih, karena beberapa kali ada yang menyampaikan kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun, kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau enggak pak kapolri jadi menteri kepolisian?’,” ungkapnya.
Merespons tawaran itu, Sigit menegaskan, dirinya lebih baik menjadi petani daripada memimpin Polri yang berada di bawah kementerian.
“Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” ujarnya.
Hal itu mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari sejumlah Anggota DPR-RI yang berhadir, khususnya Ketua Komisi III DPR-RI Habiburokhman.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA), Mhd. Amril Harahap angkat bicara dan menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kapolri dan keputusan Komisi III DPR RI yang terus mendukung kepolisian tetap independen sebagai lembaga negara yang langsung di bawah Presiden.
“Jangan coba merusak tatanan negara yang sudah baik jelas sudah TAP MPR No. 7 Tahun 2000 dan UU No. 2 Tahun 2002 dan Ini merupakan mandat Reformasi Tahun 1998,” ujar Amril yang dengan tegas menyatakan bahwa menepatkan kepolisian di bawah kementerian adalah kemunduran dalam desain tata negara.
Menurutnya, kepolisian harus tetap independen langsung dibawah presiden dan jangan ada coba-coba yang mau merusak tatanan negara yang sudah baik harus dilanjutkan dan menilai setiap saat rakyat butuh pada polisi maka pernyataan itu tersebut wajib mendapat dukungan agar dapat memperkuat peran kepolisian bukan justru melemahkan.d
Amril juga beranggapan Komisi III DPR RI juga sudah menegaskan keberpihakanya kepada Polri bahwa polisi harus tetap independen untuk menjaga supremasi hukum yang akuntabel.
Diakhir wawancara, Amril sangat mengapresiasi kebijaksanaan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mempertahankan keutuhan dan marwah insitusi kepolisian republik indonesia bahkan berharap Kapolri dapat menjadi Mitra yang baik bagi kementerian serta sangat dekat dengan masyarakat.
“Pernyataan kepolisian harus di bawah kementerian adalah pernyataan liar yang dapat merusak tatanan negara, Hal ini sudah jelas dan tidak perlu lagi di perdebatkan bahwa kita butuh polisi yang kuat dan presisi,” tutup Aktivis Pelajar Nasional itu. (AH)















