Badung |Nusantara Jaya News – Komitmen In Journey the Nusa Dua Corporation melalui Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam melakukan revitalisasi kawasan secara berkelanjutan, pada rabu (28/1/2026) menggelar Kick-Off Rejuvenasi the Nusa Dua bertempat di Peninsula Nusa Dua Bali.
Kegiatan ini menandai dimulainya tahapan penataan utilitas serta elemen pendukung kawasan agar selaras dengan standar destinasi pariwisata kelas dunia dalam peningkatan kualitas infrastruktur serta penataan estetika kawasan yang bertujuan mendukung kenyamanan, keamanan, dan daya saing Kawasan Pariwisata The Nusa Dua.
Direktur Operasi ITDC Nusa Dua, Troy Reza Warokka, menyampaikan bahwa peremajaan kawasan ITDC, didasari adanya kestabilan kunjungan wisatawan ke kawasan ITDC yang mencapai 3,8 juta (18,5%) di tahun 2025.
Troy menjelaskan, Kestabilan kunjungan ini menandakan bahwa kawasan ITDC ini semakin matang sebagai pusat aktivitas international terlebih telah memasuki usia 52 tahun sehingga harus perlu di rawat dan diperbaharui agar semakin kompetitif nyaman dan mampu menjaga kualitas pengalaman berkunjung ke Nusa Dua.
Pelaksanaan rejuvenasi kawasan Nusa Dua dilaksanakan secara bertahap dalam waktu 3 tahun kedepan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kawasan melalui perbaikan ruang publik, aksebilitas fasilitas pendukung kebersihan dan lingkungan serta penataan destinasi berbasis trend wearnes tourisme.
Troy mengatakan, pada tahap ini pekerjaan akan berlangsung selama 210 hari melibatkan 100 lebih tenaga kerja oleh PT Nindya Karya sebagai rekanan yang terpilih melalui proses seleksi sesuai standar kriteria yang dipersyaratkan sekaligus menandai bentuk kolaborasi antar BUMN untuk menghasilkan hasil pembangunan yang berkualitas.
Adapun kawasan yang di Rejuvenasi diantaranya penataan pulau Paninsula yang merupakan salah satu ikon ruang publik di Nusa Dua yang memiliki nilai strategis sebagai area rekreasi, event dan juga aktivitas keluarga.
Pelaksanaan Rejuvenasi Paninsula akan dilakukan secara bertahan meliputi penataan stage event guna mendukung penyelenggaraan event yang lebih tertata dan representatif, peremajaan akses menuju water blow agar lebih nyaman dan aman bagi pengunjung, pembuatan area wedding sebagai fasilitas baru yang memperkuat daya tarik kawasan, penataan atraksi atau daya tarik di pulau Paninsula untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan memperkuat ruang publik sebagai pusat aktivitas sepanjang tahun.
” Yang paling penting adalah peremajaan jalan kawasan akses jalanan karena merupakan elemen penting dalam memastikan kelancaran mobilitas wisatawan, Tenant maupun stakeholder yang beraktivitas di kawasan Nusa Dua,” ungkap Troy.
ITDC akan melaksanakan Peremajaan kawasan berupa overland jalan sepanjang kawasan kurang lebih 3,7 km sebagai peningkatan kualitas permukaan jalan pada titik-titik realitas. Selanjutnya peningkatan kualitas jalan secara menyeluruh untuk mendukung keselamatan berkendaraan menuju Paninsula agar lebih tertib aman dan memberikan ketenangan untuk semua penggunanya.
Kebersihan kawasan juga merupakan salah satu kekuatan utama dari kawasan ITDC sehingga ITDC akan memperkuat pengelolaan sampah melalui pengembangan tempat pengolahan sampah reduce berupa TPS3R yang mencakup pengembangan sistem pengelolaan sampah kawasan dengan peningkatan luasan menjadi 5000 meter persegi yang diperkuat dengan penguatan proses pemilihan dan pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur.
Sementara itu, Direktur keuangan, Strategi dan Manajemen Resiko, Ahmad Fajar mengungkapkan, Kick Off rejuvenasi hari ini merupakan langkah strategis. Rejuvenasi tidak hanya mencakup perbaikan infrastruktur jalan tapi juga peningkatan tampilan kawasan Nusa Dua kedepannya.
“Mulai dari gate masuk, kita perbaiki sedikit, kita bagusin patung-patungnya dan sebagainya sehingga menjadi lebih ikonik. Selain itu kenyamanan keindahan sehingga customer experience akan dapat diwujudkan.
“Jadi kalau interfacenya, kalau kita pakai handphone ada ui ada usui nya itu adalah tampilan jadi kalau kita pakai Wonder atau living Mandiri tampilannya udah keren. Begitu masuk user experience-nya sudah akan semakin bagus sehingga itulah yang kita inginkan, datang ke Nusa Dua begitu merasa nyaman mereka akan tinggal lebih lama sehingga spending-nya bertambah, “jelas Ahmad.
Untuk saat, ITDC telah memiliki water treatment yaitu air limbah yang menjadi air bersih untuk penyiraman dan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) menyuling air laut menjadi air minum, solar Panel, serta dua tabung LNG yaitu LNG Liquid Nitrogas dan CNC kompres Nitrogas.
“Nusa Dua akan terus bertransformasi tanpa meninggalkan pondasi keunggulan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Kami optimis Nusa Dua akan terus menjadi destinasi kelas dunia yang adaptif berdaya saing global dan memberi nilai tambah nyata bagi wisatawan industri dan masyarakat, “imbuh Ahmad.
Di sisi lain, Kadis Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, mengapreasi langkah ITDC dalam melaksanakan rejuvinasi. Menurutnya, kegiatan ini akan mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Rudiarta menekankan pembenahan yang paling utama adalah sumber daya pariwisata yang berkualitas.
“Bagaimana kita mewujudkan produk yang berkualitas dan bagaimana kita mampu mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Kami mengapresiasi langkah ITDC karena Nusa Dua menjadi wajah Pariwisata Kabupaten Bandung yang dikenal di seluruh dunia baik ketentraman keamanan serta kualitasnya, “ucap Rudiarta.
ia Juga menegaskan agar ITDC tidak hanya melakukan pembenahan terhadap sarana prasarana penunjang tetapi pembenahan dan perbaikan dan peningkatan komitmen ITDC dengan masyarakat juga harus dilakukan.
Ia meyakini adanya pertumbuhan sekitar 18,5% ini menunjukkan bahwa kawasan ini memang masih menjadi Primadona dan pilihan sehingga program Rejuvenasi yang dimulai hari ini dipandang sebagai langkah yang tepat dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas. (tik)















