Bangkalan |Nusantara Jaya News — Setelah dinyatakan hilang selama 19 hari, korban dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum lora di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis yang cukup berat.
Keberadaan korban diketahui pada Senin (26/1/2026) setelah seorang pria misterius menghubungi salah satu paman korban berinisial S melalui aplikasi WhatsApp. Penelepon tersebut menggunakan nomor yang tidak dikenal dan memberikan petunjuk terkait lokasi terakhir korban berada.
Menurut informasi yang disampaikan penelepon, korban berada di bawah sebuah pohon mangga di sekitar Masjid Madinah, tepatnya di jalur akses menuju Jembatan Suramadu. Mendapatkan informasi tersebut, S segera berkoordinasi dengan pihak keluarga, khususnya ibu korban, untuk memastikan lokasi dan melakukan penjemputan.
Setibanya di lokasi, keluarga mendapati korban dalam kondisi sangat lemas. Secara fisik korban tampak kelelahan, sementara secara psikologis menunjukkan gejala trauma. Korban kemudian langsung dibawa pulang ke kediamannya untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari keluarga dan pihak terkait.
Pendamping korban, Mutmainnah, yang juga merupakan dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, menyampaikan bahwa saat ini korban telah berada di rumah. Namun, kondisi mental korban masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
“Korban sering menangis dan banyak melamun sejak ditemukan. Ini menunjukkan adanya tekanan psikologis yang berat,” ujar Mutmainnah.
Ia meminta pihak keluarga untuk sementara waktu tidak mengajukan banyak pertanyaan kepada korban, terutama terkait peristiwa yang dialami selama 19 hari masa hilang tersebut. Menurutnya, langkah ini penting agar korban tidak semakin tertekan dan memiliki waktu untuk memulihkan kondisi mentalnya secara perlahan.
Mutmainnah juga berharap agar korban mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai dan perlindungan maksimal, mengingat kasus yang dialaminya sangat sensitif dan berdampak besar terhadap kondisi kejiwaannya.
Selain itu, ia menegaskan harapannya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang dan proses hukum yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian dapat segera ditindaklanjuti secara serius dan transparan.
“Korban sudah ditemukan. Kami berharap seluruh laporan yang sudah masuk ke kepolisian segera diproses agar keluarga mendapatkan keadilan dan ketenangan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan dugaan tindak pencabulan yang dilakukan oleh figur keagamaan, sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menangani kasus ini secara profesional demi melindungi korban dan menegakkan keadilan.(Red)















