SIMALUNGUN|nusantara jaya news – Seorang petugas keamanan (satpam) PTPN IV Kebun Silau Dunia berinisial L, dilaporkan menjadi korban penyerangan saat menjalankan tugas pengamanan di areal perkebunan.
Peristiwa tersebut terjadi, Sabtu (15/11/2025) di Afdeling IV Kebun Silau Dunia, Kabupaten Simalungun.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, insiden bermula ketika korban diduga mengamankan buah kelapa sawit yang diduga hasil pencurian. Pihak yang merasa keberatan atas tindakan tersebut kemudian diduga mendatangi korban bersama dua orang lainnya.
Dalam peristiwa itu, korban mengalami serangan menggunakan senjata tajam dan mengalami luka, sehingga harus menyelamatkan diri.
Pasca kejadian, korban dilaporkan telah menyampaikan laporan kepada pimpinan di lingkungan perkebunan.
Salah satu terduga pelaku disebutkan berinisial OP, warga Nagori Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean. Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penetapan tersangka maupun perkembangan proses hukum atas peristiwa tersebut.
Sumber internal yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa hingga akhir Desember 2025, pihak-pihak yang diduga terlibat masih berada di lingkungan tempat tinggalnya.
Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan masih menunggu konfirmasi dari aparat penegak hukum.
Peristiwa ini memunculkan perhatian di kalangan pekerja perkebunan, khususnya terkait aspek keamanan dan perlindungan terhadap petugas di lapangan.
Sejumlah pihak menilai pentingnya kejelasan penanganan hukum guna memberikan rasa aman bagi karyawan yang menjalankan tugas pengamanan aset perusahaan.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada peran manajemen kebun, termasuk fungsi Asisten Personalia Kebun Silau Dunia, yang secara struktural memiliki keterkaitan dengan penanganan administrasi dan koordinasi persoalan ketenagakerjaan serta hukum.
Namun hingga berita ini diturunkan, manajemen PTPN IV Kebun Silau Dunia belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah-langkah yang telah atau akan dilakukan.
Redaksi terus berupaya menghubungi pihak manajemen PTPN IV Kebun Silau Dunia dan kepolisian setempat untuk memperoleh keterangan resmi dan berimbang, serta akan memuat klarifikasi dari pihak-pihak terkait pada pemberitaan selanjutnya.(ilham)


****************************************












