banner 1000x130 **************************************** banner 1000x130

KAMMI Sumut Minta Pemerintah Usir Dubes Amerika di seluruh indonesia dan Bangun Persenjataan Nuklir

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 1000x130

Medan, Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara menyampaikan sikap tegas terhadap penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya oleh Amerika Serikat. PW KAMMI Sumut menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi terhadap negara berdaulat dan pelanggaran serius terhadap prinsip perdamaian dunia, Minggu (4/1/2025).

 

banner 300x250

 

Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang dinilai tidak memiliki dasar moral maupun legitimasi hukum internasional. Menurutnya, narasi ancaman narkoba, migrasi ilegal, dan narco-terorisme hanyalah dalih politik untuk membenarkan intervensi.

 

 

“PW KAMMI Sumut melihat kuat dugaan bahwa tindakan ini didorong oleh kepentingan ekonomi global, khususnya keinginan menguasai kekayaan sumber daya alam Venezuela, yang diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia serta berbagai potensi mineral strategis lainnya,” ujar Irham.

 

 

PW KAMMI Sumut menilai tindakan Amerika Serikat tersebut sebagai agresi kriminal terhadap kedaulatan negara, yang mencederai prinsip dasar hubungan internasional serta tatanan dunia yang adil dan beradab.

 

Selain itu, PW KAMMI Sumut secara tegas meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengusir Duta Besar Amerika Serikat dari seluruh wilayah Indonesia. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk sikap politik negara dalam menjaga martabat dan kedaulatan Indonesia, sekaligus pesan tegas bahwa Indonesia menolak segala bentuk agresi, intervensi, dan imperialisme modern yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat lain.

 

 

Menurut Irham, keberadaan perwakilan diplomatik Amerika Serikat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab moral atas kebijakan luar negeri agresif yang dijalankan pemerintahnya. Oleh karena itu, pengusiran Duta Besar Amerika Serikat merupakan langkah konstitusional dan bermartabat untuk menunjukkan keberpihakan Indonesia terhadap prinsip keadilan global dan anti-penjajahan.

 

“Indonesia harus berdiri di garis depan melawan imperialisme modern. Mengusir Duta Besar Amerika Serikat adalah bentuk keberanian politik dan keberpihakan nyata terhadap amanat konstitusi serta solidaritas bagi bangsa-bangsa yang tertindas,” tegas Irham.

 

 

Sejalan dengan itu, PW KAMMI Sumut meminta Konsulat Amerika Serikat di Medan untuk segera angkat kaki dan kembali ke negaranya. Permintaan tersebut merupakan bentuk sikap politik organisasi atas tindakan Amerika Serikat yang dinilai telah merusak perdamaian dunia.

 

 

“Tindakan menyerang dan menangkap pemimpin negara berdaulat jelas bertentangan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang mengamanatkan Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tegasnya.

 

 

PW KAMMI Sumut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar bersikap tegas dan adil terhadap Amerika Serikat. Menurut Irham, hukum internasional tidak boleh hanya tajam ke negara lemah, namun tumpul terhadap negara adikuasa.

 

 

Lebih jauh, PW KAMMI Sumut memandang peristiwa di Venezuela sebagai peringatan serius bagi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Irham menilai bahwa lemahnya daya tangkal pertahanan menjadi faktor utama yang membuat suatu negara mudah diintervensi.

 

 

“Amerika Serikat sangat mudah membombardir Venezuela karena negara tersebut tidak memiliki kekuatan penangkal strategis, termasuk senjata nuklir. Fakta ini menunjukkan bahwa dalam realitas geopolitik global, kedaulatan sering kali hanya dihormati kepada negara yang memiliki kekuatan militer yang ditakuti,” ungkap Irham.

 

 

Atas dasar itu, PW KAMMI Sumut meminta Presiden Republik Indonesia untuk secara serius membangun kekuatan militer nasional yang mandiri, modern, dan berdaulat, termasuk memperkuat persenjataan strategis sebagai bentuk daya tangkal. Kalau diperlukan Indonesia Membuat Senjata nuklir yang menjadi salah satu alat perang dan juga alat pertahanan negara.

 

 

“Indonesia tidak boleh naif dalam membaca peta politik global. Penguatan militer, termasuk penguasaan teknologi pertahanan strategis, menjadi kebutuhan penting agar tragedi seperti yang dialami Venezuela tidak pernah terjadi di tanah air. Kekuatan pertahanan adalah jaminan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” tegasnya.

 

 

Sebagai bentuk sikap nyata, PW KAMMI Sumut juga menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Konsulat Amerika Serikat di Medan. Aksi tersebut direncanakan sebagai ekspresi penolakan terhadap imperialisme modern serta bentuk solidaritas terhadap negara-negara yang kedaulatannya dirampas oleh kekuatan besar.

 

 

“Aksi ini merupakan sikap moral dan politik kami sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia,” tutup Irham.(Rif)

 

banner 1000x130
banner 1000x130 banner 2500x130