Batang |Nusantara Jaya News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang kembali membuktikan perannya dalam mendukung program strategis nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan. Bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), pada Senin (26/1), Lapas Batang melaksanakan panen kacang panjang yang melibatkan langsung pejabat struktural bersama warga binaan.
Panen tersebut merupakan hasil optimalisasi lahan SAE yang dikelola secara intensif oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas. Program ini sejalan dengan Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia di dalam lapas.
Dari lahan pertanian yang tersedia, Lapas Kelas IIB Batang berhasil memanen kacang panjang dengan total hasil mencapai 24,05 kilogram. Hasil panen ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sebagai bahan pangan dapur sehat Lapas Batang, serta sebagian lainnya direncanakan untuk dijual pada saat layanan kunjungan tatap muka.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIB Batang, Cendy, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian ini memiliki nilai pembinaan yang sangat penting bagi warga binaan. “Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga dibekali keterampilan pertanian yang dapat menjadi modal hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Partisipasi aktif warga binaan terlihat jelas selama proses pengelolaan hingga panen. Salah satu warga binaan berinisial M mengungkapkan rasa bangganya atas hasil yang dicapai. “Kami merasa senang karena tanaman yang kami rawat bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuat kami lebih produktif,” tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan panen berjalan dengan aman dan tertib di bawah pengawasan petugas. Keberhasilan panen kacang panjang ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIB Batang dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, kemandirian, dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan.
(Thom)















