SURABAYA |Nusantara Jaya News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM), industri manufaktur, dan perdagangan internasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa penguatan SDM menjadi prioritas utama Pemprov Jatim, antara lain melalui program beasiswa bagi pelajar, pelatihan guru SMK, serta kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri global.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, telah menyiapkan ekosistem pendidikan unggulan, salah satunya melalui sekolah berasrama (boarding school) yang dirancang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta daya saing global peserta didik.
“Penguatan pendidikan menengah di Jawa Timur kami selaraskan dengan kebutuhan pendidikan tinggi, sehingga transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi dapat berlangsung lebih efektif dan berkeadilan,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, sekolah-sekolah unggulan tersebut disiapkan untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ketika terdapat peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, Pemprov Jatim dapat menyiapkan kandidat yang matang dari lembaga pendidikan tersebut.
“Sekolah-sekolah ini memang kami desain untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Karena itu, ketika ada peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, bisa kita siapkan dari sekolah-sekolah ini,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, Khofifah juga mendorong penguatan kerja sama di bidang manufaktur dan perdagangan. Ia menyebut Jawa Timur memiliki basis industri yang kuat dan siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri manufaktur bersama Tiongkok.
Data menunjukkan, pada triwulan III tahun 2025, kontribusi sektor industri manufaktur Jawa Timur mencapai 31,16 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Hal ini, menurut Khofifah, menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama industri bernilai tambah.
Dalam bidang perdagangan, salah satu komoditas unggulan yang dibahas adalah ekspor sarang burung walet ke Tiongkok. Khofifah menilai Jawa Timur memiliki potensi besar pada komoditas tersebut, namun perlu didukung dengan peningkatan kualitas dan pemenuhan standar ekspor internasional.
“Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Dengan standar yang tepat dan kerja sama yang kuat, kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan. Karena memang selama ini ada aturan karantina yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal RRT Ye Su mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Jatim dalam menyiapkan SDM unggul dan memperluas peluang kolaborasi internasional. Ia menilai kesiapan ekosistem pendidikan, dukungan terhadap pengembangan industri manufaktur, serta potensi ekspor Jawa Timur sebagai fondasi kuat bagi kemitraan jangka panjang.
“Kami melihat Jawa Timur memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia. Tiongkok terbuka untuk memperluas kerja sama, baik melalui beasiswa, pelatihan, maupun kolaborasi di bidang manufaktur dan perdagangan,” tandas Ye Su. (Red)


****************************************












