Surabaya |Nusantara Jaya News — Polrestabes Surabaya secara resmi menggelar grand opening Bazar Pengembalian Kendaraan Bermotor Hasil Curian (Curanmor) yang dipusatkan di Mapolrestabes Surabaya. Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.050 unit sepeda motor yang berhasil diamankan dari berbagai pengungkapan kasus siap dikembalikan kepada para pemilik sahnya. (21/1/26)
Bazar pengembalian kendaraan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada 21 hingga 23 Januari 2026, sementara sesi kedua akan dilanjutkan pada 26 hingga 30 Januari 2026 mendatang. Pembagian sesi dilakukan mengingat besarnya jumlah kendaraan yang diamankan serta untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Tinggi, perwakilan PT Bank BRI, Wakapolrestabes Surabaya yang baru menjabat, para pejabat utama Polrestabes Surabaya, Kapolsek jajaran, perwira, rekan media, influencer, serta masyarakat Surabaya.
“Alhamdulillah, pagi hari ini Allah SWT mempertemukan kita dalam acara Bazar Pengembalian Ranmor, yang jumlahnya terus bertambah. Awalnya 810 unit, kemudian meningkat menjadi 840 unit, dan terakhir bertambah lagi 107 unit sehingga total saat ini mencapai 1.050 kendaraan roda dua,” ujar Kombes Pol Luthfie.
Ia menjelaskan, dari total kendaraan tersebut, sebagian masih dalam tahap identifikasi nomor rangka dan nomor mesin. Tercatat, dari 840 unit sebelumnya terdapat 69 unit yang belum teridentifikasi, disebabkan beberapa faktor seperti nomor rangka dan mesin yang tidak sesuai atau nomor rangka yang dipapas. Namun demikian, pihak kepolisian terus melakukan upaya pendalaman agar identitas kendaraan dan pemiliknya dapat diketahui.
“Kami optimistis dalam satu hingga dua hari ke depan, kendaraan yang masih dalam proses identifikasi ini dapat segera kami umumkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kapolrestabes juga menekankan bahwa pelaksanaan bazar ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat, sekaligus sebagai respons atas masih tingginya angka kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Surabaya.
Untuk menekan angka curanmor, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Kapolsek jajaran agar meningkatkan langkah preventif, termasuk patroli rutin pada malam hari. Petugas diminta aktif mengingatkan warga yang memarkir kendaraan di luar rumah agar menggunakan kunci ganda dan menempatkan kendaraan di lokasi yang lebih aman.
Selain upaya pencegahan, penegakan hukum juga terus diperkuat. Kapolrestabes menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus curanmor tidak hanya diukur dari penangkapan pelaku, melainkan hingga pengembangan ke jaringan penadah, penyitaan barang bukti, dan pengembalian kendaraan kepada pemiliknya.
“Menangkap pelaku itu baru 25 persen keberhasilan. Target utama kami adalah mengungkap penadahnya, menyita barang buktinya, dan mengembalikannya kepada masyarakat,” jelasnya.
Guna memudahkan masyarakat dalam mencari kendaraan, Polrestabes Surabaya telah membagi area bazar ke dalam beberapa blok. Informasi terkait nomor kendaraan dan blok lokasi telah dipasang di papan pengumuman di area depan, sehingga masyarakat dapat langsung mengetahui posisi kendaraannya.
Selain itu, terdapat 103 unit sepeda motor yang ditempatkan di halaman depan Mapolrestabes Surabaya. Kendaraan tersebut merupakan hasil razia dan penertiban balap liar, yang dipisahkan dari kendaraan hasil curanmor.
Bagi masyarakat yang merasa kendaraannya pernah hilang, namun mengalami kendala administrasi seperti kehilangan surat laporan polisi, Kapolrestabes memastikan bahwa petugas telah disiagakan untuk membantu proses verifikasi dan koordinasi dengan instansi terkait.
“Pengambilan barang bukti ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Ini murni pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” tegas Kombes Pol Luthfie.
Melalui bazar pengembalian kendaraan ini, Polrestabes Surabaya berharap kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan peduli terhadap keamanan kendaraan pribadi. (Red)















