Badung |Nusantara Jaya News — Citra kuliner “bintang lima” selama ini kerap identik dengan harga mahal dan tempat eksklusif. Namun anggapan itu dipatahkan oleh Warung Meeting, sebuah usaha kuliner yang hadir membawa konsep berbeda, rasa ala restoran mewah, tetapi dengan harga terjangkau untuk semua kalangan.
Berangkat dari kebutuhan masyarakat menengah yang mendambakan pengalaman kuliner premium tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, Warung Meeting dikembangkan melalui riset sejak Januari 2025.
“Pasarnya jelas ada. Banyak orang ingin makan enak seperti di restoran bintang lima, tapi dengan budget kaki lima,” ujar manajer Warung Meeting, Gde Agung Ramanda Pinangguh yang biasa disapa Agung.
Realisasi Warung Meeting tidak langsung berjalan mulus. Meski awalnya ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2025, sejumlah persiapan yang belum matang sempat menjadi kendala. Bahkan, sang manajer yang baru lulus kuliah pada Oktober 2024 mengaku sempat merasa ragu karena memikul kepercayaan besar dari owner Warung Meating.
Namun dukungan penuh dari owner serta semangat tim yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa menjadi kunci kebangkitan. Akhirnya, Warung Meeting resmi beroperasi pada April 2025.
Pada awal pembukaan, Warung Meeting yang letaknya di Jalan Udayana Jimbaran, hanya menyajikan menu steak dan beberapa makanan ringan. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya jumlah pelanggan, permintaan akan variasi menu pun tak terhindarkan.
Tim kemudian terus melakukan riset dan pengembangan menu. Satu per satu menu baru diperkenalkan dan disambut positif oleh pelanggan, khususnya kalangan mahasiswa. Hingga akhirnya pada Februari 2026, Warung Meeting kembali meluncurkan menu baru seperti Chicken Cordon Bleu, yang sengaja dihadirkan bertepatan dengan momen Hari Valentine.
Saat ini, Warung Meeting telah memiliki:
7 menu utama, 2 menu snack, 8 varian minuman, mulai dari harga 35 ribu sudah bisa menyantap steak dengan cita rasa bintang lima bahkan kini tempat ini menjadi magnet bagi berbagai kalangan.
Mayoritas pelanggan Warung Meeting berasal dari kalangan mahasiswa, keluarga, hingga karyawan. Menariknya, tidak sedikit pelanggan yang rela datang dari luar daerah seperti Denpasar, Gianyar, hingga wilayah Badung, hanya untuk menikmati sajian khas Warung Meeting.
“Harapan kami sederhana, bisa terus memenuhi ekspektasi pelanggan dan suatu saat membuka cabang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ungkap Agung.
Ke depan, Warung Meeting menargetkan ekspansi dengan membuka lebih banyak cabang agar konsep kuliner rasa bintang lima harga kaki lima dapat dinikmati masyarakat lebih luas.
Dengan semangat tim muda, dukungan manajemen, serta kejelian membaca pasar, Warung Meeting perlahan membuktikan bahwa kuliner berkualitas tidak harus mahal.(Tik)















