Tabanan |Nusantara Jaya News – Museum Majapahit Bali yang letaknya berdampingan dengan DTW Tanah Lot menjadi destinasi yang patut dikunjungi karena merupakan nilai tambah di Bali dalam pengenalan sejarah khususnya sejarah kerajaan Majapahit yang menjadi tombak berdirinya Bhineka Tunggal Ika.
Pada jumat (6/2/2026) Museum Majapahit dikunjungi 700 pelajar dari SMKN 1 Tabanan. Para pelajar ini berkunjung didampingi Para guru dan staf Tata Usaha. Sesampai di Museum, para pelajar diwajibkan untuk membeli tiket masuk seharga 20 ribu rupiah. Sebelum berkeliling ruangan terlebih dahulu para pelajar disuguhkan sebuah film pendek sejarah berdirinya kerajaan Majapahit.
Berdiri di atas luas bangunan 1.360 m2, musium ini memiliki 20 zona, dibuat dalam ruangan berbentuk labirin. Masing-masing zona memiliki cerita yang dijelaskan secara runut lengkap dengan koleksi peninggalannya. Setiap pajangan atau patung juga diberikan keterangan sehingga para pengunjung tak sekedar melihat namun mendapatkan tambahan ilmu.
Para pelajar nampak begitu bersemangat melihat-lihat setiap koleksi yang ada di masing-masing Zona, mereka mengabadikan moment tersebut dengan jepretan kamera.
Museum ini mengoleksi ratusan peninggalan zaman Majapahit yang seluruhnya asli tanpa replika. Selain penjelasan terkait berdirinya kerajaan Majapahit, juga terdapat beberapa penjelasan terkait upacara yang ada di Bali seperti “Ngaben”, ” Menek Kelih”, “Kepus Pungsed,” dan sebagainya.
Di setiap zona, disediakan penjelasan dengan Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, juga terdapat QR yang bisa discan oleh pengunjung lewat aplikasi khusus.
Pemilik Museum Majapahit Bali, Sagung Inten Darma Padmi, S.sos. mengatakan
bahwa tujuan berdirinya museum ini untuk memberikan sebuah edukasi kepada generasi mendatang bahwa negara Nusantara ini pernah menjadi negara yang besar pada jaman kerajaan Singosari dengan Teknologi perunggu yang luar biasa.
“Sejarah bersinergi dengan teknologi modern, itulah yang kita padukan disini dengan menambahkan sentuhan teknologi, agar memudahkan pengunjung bisa mempelajari lebih dalam dan bisa merasakan sensasinya secara langsung, ” Kata Sagung Inten.
Sagung Inten berharap, Keberadaan Museum ini bisa menambahkan destinasi wisata di kabupaten Tabanan dan bisa memberikan ilmu sejarah untuk masyarakat luas dan generasi mendatang.
Sementara Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tabanan, I Wayan Sudarsana, yang hadir menemani siswanya, mengaku, senang Karena Tabanan bisa mendirikan Museum Majapahit, terutama untuk generasi muda karena adanya Musium ini, mereka bisa mengetahui bagaimana kerajaan majapahit mulai dari masa kejayaannya dan sampai runtuh dan terbentuknya Bhineka Tunggal Ika.
“Supaya tahu sejarah majapahit itulah yang mendorong kami berkunjung ke sini, ingin tahu apa-apa saja yang sebenarnya ada di museum ini banyak yang bilang bahwa disini lengkap terkait dengan sejarah berdirinya majapahit kejayaan majapahit bahkan sampai majapahit itu runtuh jadi itu yang ingin kami ketahui, “ucap Kepsek Sudarsana.
Ia mengatakan bahwa keberadaan museum seperti ini, memang sangat dibutuhkan terutama untuk generasi muda yang lebih mengenal gadget di jaman yang telah dikuasai teknologi modern serta masyarakat pada umumnya. Ia juga akan memprogramkan kegiatan berkunjung ke museum ini setiap tahun ajaran baru.
” Jangan sampai mereka tidak tahu sejarah cikal bakal terbentuknya Bangsa Indonesia, “lanjutnya.
Ia berharap kedepan museum ini tak hanya di perkenalan kepada masyarakat tabanan tetapi juga masyarakat di luar Tabanan termasuk Indonesia. “Siapapun yang berkunjung ke daerah Tanah Lot paling tidak bisa langsung juga mampir ke museum majapahit, ” tutupnya. (tik)















