Besakih |Nusantara Jaya News — Penanganan sampah sangat penting dilaksanakan untuk mencegah pencemaran lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, dan mengurangi risiko bencana seperti banjir.
Pengelolaan yang tepat melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah organik/anorganik, dan pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat sangat krusial untuk keberlanjutan lingkungan dan kesehata.
Untuk itu, Badan Pengelola FKSPA Besakih, menyelenggarakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah plastik menjadi karya seni yang melibatkan siswa-siswi sekolah dasar di lingkungan Desa Adat Besakih, pada sabtu (28/2/2026) dengan menghadirkan narasumber dari Wajah Plastik serta didampingi oleh kepala sekolah dan guru pendamping.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda sejak dini
terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan suci
Desa Adat Besakih.
Selain itu, edukasi ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai seni, sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai barang yang tidak bermanfaat, melainkan sebagai peluang untuk berkarya dan berinovasi.
Melalui workshop ini, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai
dampak sampah plastik terhadap lingkungan, tetapi juga mendapatkan pengalaman
praktik langsung dalam mengolah limbah plastik menjadi karya kreatif.
Pendekatan edukatif ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan positif dan budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar sekolah dasar.
Sekretaris Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Wayan Mastra, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mengingat Besakih merupakan kawasan suci, kesadaran menjaga kebersihan harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berkelanjutan di
masing-masing sekolah dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan,”
ujarnya.
Badan Pengelola berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi yang
mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan yang bersih,
lestari, dan berkelanjutan.(red)
















