MOJOKERTO |Nusantara Jaya News – Ketika bulan mulai mengambang tinggi di atas langit Desa Kintelan, Kecamatan Puri, suara gendang dan kenong perlahan mulai menggelegar, memanggil setiap jiwa warga untuk berkumpul di kantor desa.
Pada Sabtu (15/2/2026) malam ini, adalah malam yang dinantikan setiap tahun, saat tradisi Ruwah Desa kembali menghidupkan akar budaya yang dalam.
Sejak dari dulu, setiap saat memasuki bulan ruah, tradisi meruwat (memelihara dan membersihkan), selalu dilakukan untuk mengusir hal-hal yang tidak baik, sembari memohon perlindungan Allah SWT demi kesejahteraan seluruh masyarakat dan keluarga besar desa Kintelan.
“Kami bersyukur bisa terus menjaga tradisi ini. Semoga desa kita tetap aman, dan semua warganya sejahtera.” ucap PJ Kepala Desa Eko Wahyu sambil melihat antrean warga yang mulai mengisi setiap sudut balai desa.
Tak hanya itu, kata Eko, acara ini juga menjadi jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan. “Kita ingin anak-anak kita tahu, bahwa wayang bukan hanya mainan kayu dan kulit tapi wadah kebijaksanaan yang telah diturunkan leluhur kita,” tambahnya dengan senyum
Pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Semar Noto Deso” yang diperankan oleh Dalang Sareh dari Jombang, tampak menghidupkan suasana saat tirai wayang terbuka dan cahaya lampu menerangi sosok tokoh kegemaran Jawa itu hingga semua mata terpaku.
Semar dengan badannya yang gemuk dan wajahnya yang penuh kebijaksanaan, muncul sebagai pelindung desa yang berjuang menjaga keseimbangan dan keadilan di tengah berbagai ujian yang menghadang.
Setiap gerakan tangannya yang lincah dan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya membawa pesan dalam yang menyentuh hati para penonton.
Wayang kulit semalam suntuk yang penuh makna, Ruwah Desa Kintelan bukan hanya sekadar acara tahunan. Ini adalah momen di mana warga saling erat menjaga tradisi tetap hidup, dan harapan untuk masa depan desa yang semakin bersinar.
Tak hanya warga setempat, tokoh masyarakat sekitar kecamatan juga datang untuk menyaksikan dan meramaikan momen spesial ini.
Pewarta: Widodo
















