SURABAYA |Nusantara Jaya News – Tim Pengendalian Harga Pangan, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Timur melakukan pemantauan langsung di Pasar Pucang, Surabaya, menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Dinas Pangan dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta instansi terkait lainnya.
Pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2008 tentang pengendalian harga pangan strategis. Tim ditugaskan untuk memonitor, memantau, dan mengendalikan harga bahan pangan pokok agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP), khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Roy Sihombing mengatakan “Hari ini kami turun langsung ke pasar. Alhamdulillah, harga-harga masih terpantau relatif normal. Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih berada di bawah HET dan HAP,” ujar perwakilan tim di
sela-sela kegiatan.
Beberapa komoditas seperti cabai tercatat mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih wajar dan disebabkan oleh kendala distribusi, mengingat sebagian pasokan cabai ke Jawa Timur berasal dari luar daerah sentra produksi. Ke depan, pemerintah akan memperkuat jaringan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.
Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, tim menegaskan bahwa harga telah ditetapkan sebesar Rp15.700 di tingkat konsumen. Harga tersebut sudah diatur secara berjenjang dari distributor hingga pengecer.
“Di tingkat pengecer tidak boleh melebihi ketentuan. Tadi kami temukan ada selisih kenaikan Rp200 hingga Rp300, dan ini akan kami tindaklanjuti bersama distributor,” tegasnya.
Harga daging ayam dan daging sapi juga masih berada di bawah HAP. Meski terdapat indikasi keterbatasan pasokan sapi hidup, yang menyebabkan jumlah pemotongan berkurang, tim memastikan harga masih dalam batas aman.
“Kami akan menelusuri suplai sapi hidup agar tidak terjadi lonjakan harga,” tambahnya.
Tim Pengendalian Harga Pangan Jawa Timur juga menegaskan akan melakukan pengawasan intensif terhadap tiga aspek utama, yakni harga, keamanan pangan, dan mutu pangan.
Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan produk yang dijual layak konsumsi dan aman bagi masyarakat, termasuk mencegah peredaran daging tidak layak seperti sapi gelonggongan.
Pengawasan ini akan dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pemerintah juga telah menyiapkan saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan indikasi pelanggaran harga, keamanan, maupun mutu pangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi. Dengan begitu, kami bisa bergerak cepat dan mencegah permasalahan di lapangan,” katanya.
Dengan langkah pengendalian ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan menyambut Idulfitri tanpa beban kenaikan harga bahan pokok.
Pemerintah optimistis stabilitas harga dan kondisi ekonomi Jawa Timur tetap terjaga, serta inflasi dapat dikendalikan hingga pasca-Lebaran.(Red)















