Medan |Nusantara Jaya News – 18 Februari 2026 — Ratusan massa dari Gerakan Pemuda Desa Sumatera Utara (GPD Sumut) melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada Rabu (18/02/2026).
Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan titik kumpul di Makam Pahlawan Sisingamangaraja, Kota Medan. Sekitar ±200 peserta aksi hadir dengan membawa spanduk, karton pernyataan sikap, serta selebaran berisi kajian dan laporan organisasi.
Dalam pernyataannya, massa menyoroti dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada Gapoktan Jaya Muda Pasir di Kabupaten Padang Lawas. Berdasarkan hasil penelusuran dan informasi yang dihimpun, terdapat indikasi ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana, potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan, serta dugaan bahwa sebagian kegiatan replanting tidak dilaksanakan secara maksimal sesuai ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku.
Koordinator Aksi GPD Sumut, Hamdi hasibuan, menegaskan bahwa gerakan ini dilandasi oleh komitmen moral dan tanggung jawab sosial pemuda dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan.
> “Kami tidak ingin program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani justru menimbulkan persoalan di lapangan. Setiap rupiah yang bersumber dari keuangan negara wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Aparat penegak hukum harus hadir memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara merupakan bagian dari amanat konstitusi serta wujud kontrol sosial yang sah dalam negara demokrasi. Oleh karena itu, GPD Sumut menyerahkan dokumen dan laporan tertulis kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai bahan pendalaman dan kajian hukum lebih lanjut.
GPD Sumut menyatakan akan terus mengawal perkembangan proses penanganan laporan tersebut sebagai bentuk konsistensi dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas program pemerintah. Organisasi ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas pengelolaan dana publik demi kepentingan rakyat.
Aksi berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif hingga selesai.
(IPS)
















