Surabaya |Nusantara Jaya News – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai secara resmi membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Jenjang SMA dalam Rangka Penguatan Pembelajaran dan Asesmen Berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA). (24/2)
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Dinas Pendidikan dalam memastikan implementasi TKA berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari hasil asesmen semata, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran yang dilakukan guru. Menurutnya, guru memegang peran sentral dalam membentuk karakter, nalar, serta kompetensi akademik peserta didik.
“Kekuatan utama pendidikan ada pada kualitas pembelajaran dan ketulusan guru dalam membimbing siswa. Asesmen berbasis TKA harus mampu memotret pemahaman, daya nalar, serta kompetensi akademik siswa secara utuh, bukan sekadar menguji kemampuan hafalan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta penerapan pengetahuan siswa dalam berbagai konteks. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih kontekstual, mendalam, dan berorientasi pada penguatan kompetensi.
Melalui kegiatan peningkatan kompetensi ini, para guru SMA diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait penyusunan perangkat pembelajaran, strategi asesmen, serta integrasi TKA dalam proses belajar mengajar. Hal ini dinilai penting agar asesmen tidak menjadi beban, melainkan alat refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendukung transformasi pendidikan yang sejalan dengan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.
Aries Agung Paewai berharap para guru dapat menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Kami ingin guru-guru SMA di Jawa Timur semakin maju, profesional, dan percaya diri dalam menghadapi perubahan sistem evaluasi pembelajaran. Dengan sinergi yang kuat, kita wujudkan pendidikan Jawa Timur yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.
















