banner 1000x130

Kadindik Jatim Tinjau SMKN 7 Malang, Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Jadi Café Edukasi Berbasis Kewirausahaan

banner 2500x130

Malang |Nusantara Jaya News – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai melakukan kunjungan kerja ke SMKN 7 Malang pada Selasa (24/2). Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan potensi menarik berupa lahan kosong yang memiliki panorama indah serta letak strategis di lingkungan sekolah.

Alih-alih dibiarkan menjadi lahan yang tidak terkelola, Aries Agung Paewai melihat peluang besar untuk mengoptimalkan area tersebut menjadi ruang produktif yang bernilai edukatif dan ekonomis. Ia menggagas pemanfaatan lahan tersebut sebagai café berbasis edukasi yang dikelola langsung oleh para siswa.

banner 1000x130

Menurutnya, konsep café edukasi ini bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan ruang praktik kewirausahaan yang nyata, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui pengelolaan langsung oleh siswa, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman riil di lapangan.

“Ini bisa menjadi laboratorium bisnis terbuka bagi siswa. Mereka dapat belajar langsung tentang manajemen usaha, hospitality, pengolahan produk, desain ruang, hingga strategi pemasaran,” ujar Aries saat meninjau lokasi.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang serta kolaborasi lintas kompetensi keahlian yang ada di sekolah. Dengan melibatkan berbagai jurusan, mulai dari tata boga, perhotelan, desain, hingga pemasaran, proyek ini diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran terpadu yang kontekstual dan aplikatif.

Gagasan ini sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan peserta didik.

Aries Agung Paewai berharap, inisiatif pemanfaatan lahan kosong di SMKN 7 Malang ini dapat menjadi contoh bagi sekolah kejuruan lainnya di Jawa Timur. Dengan inovasi dan kreativitas, potensi sekolah dapat dikembangkan menjadi pusat pembelajaran yang produktif sekaligus memberi nilai tambah ekonomi.

“Kita ingin sekolah menjadi ruang belajar yang hidup, tempat siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengelola usaha. Ini bekal penting bagi mereka setelah lulus,” pungkasnya. (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130