banner 1000x130

Kelas Personal Development “Mindfulness and Stress Management” di Surabaya, Ricky Sanjaya Ajak Peserta Temukan Kebahagiaan dari Dalam

banner 2500x130

Surabaya |Nusantara Jaya News – Kelas Personal Development bertajuk Mindfulness and Stress Management digelar di Gucci Art Cafe, Jalan Bali 3, Surabaya, pada 14 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ricky Sanjaya sebagai pembicara utama yang dikenal sebagai praktisi pengembangan diri dengan beragam pengalaman hidup yang inspiratif.

banner 1000x130

Dalam pemaparannya, Ricky menegaskan bahwa dirinya bukan seorang guru dengan teori yang luas, melainkan seorang praktisi yang belajar dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengaku pernah mengalami berbagai fase kehidupan, termasuk masa-masa sulit dan kegagalan, yang kemudian menjadi bahan refleksi dan pembelajaran untuk dibagikan kepada orang lain.

“Saya bukan guru dengan banyak teori, tetapi saya seorang praktisi yang mengalami sendiri jatuh bangun kehidupan. Dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, serta buku-buku yang saya baca, saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan itu bukan dicari di luar, tetapi ditemukan di dalam diri,” ujarnya di hadapan para peserta.

Kelas ini dibagi menjadi tiga modul utama.

Modul pertama membahas tentang hubungan dengan orang lain, terutama bagaimana membangun interaksi yang sehat dan efektif agar dapat meraih keberhasilan dalam kehidupan sosial maupun profesional. Ricky menekankan pentingnya memahami karakter dan pola komunikasi agar hubungan tidak hanya berjalan, tetapi juga bertumbuh.

Modul kedua mengulas tentang cara kerja pikiran. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana pikiran membentuk kualitas hidup seseorang. Dengan memahami cara kerja pikiran, seseorang dapat lebih sadar dalam mengarahkan hidupnya, menentukan tujuan, serta mengelola stres secara lebih bijak.
Sementara itu, modul ketiga menjadi inti dari keseluruhan materi, yakni tentang kebahagiaan yang berkelanjutan.

Ricky menjelaskan bahwa banyak orang memahami kebahagiaan sebagai sesuatu yang muncul ketika keinginan terpenuhi, seperti membeli barang, bepergian, atau mencapai target tertentu. Namun menurutnya, kebahagiaan semacam itu hanya bersifat sementara.

“Setelah kita mencapai sesuatu, kita akan memikirkan target berikutnya. Kebahagiaan itu datang dan pergi. Karena itu saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan sejati tidak berasal dari luar, tetapi sudah ada di dalam diri kita. Tantangannya adalah bagaimana kita menemukannya,” jelasnya.

Ia juga memaparkan rumus sederhana kebahagiaan, yakni realita dikurangi harapan. Semakin tinggi harapan yang tidak sebanding dengan realita, maka semakin besar potensi kekecewaan. Konsep ini, menurutnya, sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan suami istri.

Ricky mencontohkan, sering kali pasangan memiliki ekspektasi tinggi terhadap satu sama lain setelah menikah. Ketika realita tidak sesuai harapan, kekecewaan pun muncul. Oleh karena itu, mengurangi ekspektasi dan menerima pasangan apa adanya justru menjadi kunci kebahagiaan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Kelas ini juga menyediakan sesi tanya jawab untuk membahas persoalan pribadi peserta. Namun, Ricky menegaskan bahwa pembahasan kasus spesifik tidak termasuk dalam modul utama, melainkan dibahas secara interaktif sesuai kebutuhan peserta.

Melalui kelas ini, Ricky berharap pengalaman hidupnya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak perlu mengalami kegagalan atau kekecewaan yang sama. Ia juga mengaku telah beberapa kali membagikan materi serupa di berbagai komunitas masyarakat dengan respons yang positif.

Kegiatan ini mendapat antusiasme dari peserta yang ingin memperdalam pemahaman tentang mindfulness, manajemen stres, serta menemukan kebahagiaan yang lebih bermakna dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130