MEDAN |Nusantara Jaya News — Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (Fordisbuni), Julianto yang akrab disapa Waka Togleng, meminta jajaran pengurus Fordisbuni untuk segera membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota se- Sumatera Utara dan dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas jangkauan advokasi buruh perkebunan di daerah.
Saat ini, basis organisasi buruh perkebunan Fordisbuni masih terpusat di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai yang dikomandoi oleh Nabhani Tam dkk, dengan mayoritas anggota berasal dari karyawan perkebunan PT LNK Langkat dan menjadi fondasi awal yang kuat bagi gerakan Fordisbuni, sekaligus cerminan tumbuhnya kesadaran buruh perkebunan untuk berkumpul berpendapat dan memperjuangkan hak-haknya secara kolektif.
Waka Togleng berharap, basis yang telah terbentuk di Langkat dapat menjadi contoh dan pemantik bagi buruh-buruh perkebunan lain baik itu perusahaan-perusahaan perkebunan swasta atau pun perkebunan milik pemerintah baik di wilayah Langkat maupun di kabupaten /kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, perluasan basis dan pembentukan kepengurusan di setiap kabupaten/kota merupakan kebutuhan mendesak agar Fordisbuni hadir langsung di tengah persoalan buruh perkebunan Perkebunan, pabrik-pabrik kelapa sawit hingga afdeling-afdeling yang selama ini diduga masih diwarnai ketimpangan, pelanggaran hak normatif, kriminalisasi buruh, disparasi dan lemahnya pengawasan lainnya.
Ia menegaskan bahwa Fordisbuni tidak boleh berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan harus berkembang menjadi kekuatan gerakan buruh perkebunan yang solid, terstruktur, dan berkelanjutan.
Dengan penguatan struktur organisasi yang terhimpun didalamnya bukan hanya buruh tetapi juga aktivis aktivis mahasiswa, anak petani buruh, akademisi dan lain-lain, melakukan konsolidasi hingga ke daerah-daerah. Fordisbuni diharapkan mampu menjadi corong aspirasi buruh perkebunan sekaligus alat perjuangan yang efektif dalam mengawal keadilan, perlindungan kerja, dan kesejahteraan buruh perkebunan di Sumatera Utara.
Hal senada disampaikan Nabhani Tam, S.E. selaku Ketua Fordisbuni Langkat menyatakan kesiapan untuk mengembangkan organisasi hingga ke seluruh pelosok Sumatera Utara.
“Apa yang menjadi cita-cita organisasi buruh, kami siap mewakafkan diri dalam perjuangan ini. Saat ini, kami terus berupaya membangun hubungan dan sinergi khususnya berbagai lembaga sertifikasi seperti ISPO dan RSPO bersama para senior di Jakarta,” ujarnya.
Nabhani Tam berharap agar ke dua lembaga tersebut tidak hanya menjadi slogan saja,dan dikemudian hari dengan semangat pancasila, khususnya sila ke- 2 kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila ke- 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, dapat terwujud di bumi indonesia bagi kaum buruh marginal negeri ini.
Ia juga berharap seluruh perusahaan perkebunan dapat semakin maju dan meraih keuntungan yang tinggi khususnya PT LNK agar semakin maju, yang mana kami anggap karyawan dan buruh buruhnya mayoritas lahir dari rahim buruh asli PT LNK termasuk saya dan ketua Dewan pengawas kami
“Kami doakan perusahaan perusahaan perkebunan di Sumatera Utara bangkit seiring kemajuan global dan semakin jaya namun juga pertumbuhan ekonomi tersebut tidak boleh dibangun di atas intimidasi dan penderitaan kaum buruh,” pungkasnya mengakhiri. (AH)
















