Denpasar |Nusantara Jaya News – Seiring perkembangan jaman, sebagian masyarakat aktif yang tak memiliki waktu banyak untuk beristirahat, cenderung memilih makanan cepat saji untuk menetralkan tenaganya setelah bekerja.
Menjawab tantangan tersebut, pemilik tiga usaha cepat saji, Putu Agus Indra Wahyudi, memberanikan diri meraih peluang tersebut meski pada awalnya tidak memiliki modal.
Dengan niat dan ketekunan, pria 32 tahun asal Busung Biu Singaraja ini, memulai awal dengan membuka gerai Franchise sejenis waralaba yang diberi nama “SUKA” Fried Chicken dibawah naungan Suka Jaya Indonesia.
Konsep yang Ia bangun adalah dengan join sebesar Rp. 115 juta untuk menjadi mitra “SUKA” Fried Chiken. Lantaran tak memiliki modal, mantan sales ini memulainya dengan menyebarkan brosur kemitraan “SUKA” Fried Chiken di media Sosial. Alhasil, dari apa yang dilakukan tersebut, ternyata membuahkan hasil. Beberapa orang tertarik untuk bermitra di “SUKA” Fried Chiken.
“Saya sempat bingung, karena tidak ada persiapan. Bahkan orangnya langsung kasi saya DP dan meminta mensurvei lokasinya. Saya mencoba mengerjakan semua, dan berhasil,” cerita Agus Indra saat di temui di kantornya, pada rabu (4/2/2026).
Berawal dari satu gerai, akhirnya Ia mengembangkan bisnis ini hingga memiliki gerai-gerai lain di seluruh Bali. Tak berhenti disitu, Agus Indra juga melirik UMKM kecil untuk menjadi mitra “SUKA” Fried Chiken dengan membuka gerai Frenchise kecil sejenis Booth Container bernama “AKA” Fried Chiken.
Untuk bisa join di mitra “AKA” Fried Chicken, hanya merogoh uang sebesar RP. 22 juta dengan fasilitas yang mitra dapat berupa boot container, alat masak dan bahan.
“Awalnya nama SUKA itu adalah SUKA-SUKA tapi karena kesan namanya kurang menjual jadi saya pakai nama SUKA. dan untuk nama AKA diambil dari nama SUKA dan sudah dipatenkan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) , ” jelasnya.
Kini Mantan Secretary General JCI Bali 2025 dan di tahun 2026 menjabat sebagai Executive Vice President JCI Bali, Junior Chamber International Chapter Bali ini telah memiliki 21 gerai Franchise “SUKA” Fried Chiken yang tersebar di beberapa Kabupaten di Bali dan satu gerai “AKA” Fried Chicken berupa Booth Container yang baru dibuka di daerah Padonan Desa Tibubeneng Dalung.
Sukses membuka makanan siap saji, Agus Indra tak berhenti mengembangkan bisinisnya. Ia pun memilih membuka usaha sate babi dengan konsep berbeda. Konsep yang Ia maksud adalah menjual sate babi keliling dengan menggunakan sepeda motor.
“Banyak orang jualan sate babi, tapi belum ada yang jual sate babi keliling, “ucapnya.
Sate babi dengan nama ” NYATE BALI” dibukanya sejak dua bulan lalu di Jalan Tantular Renon, tepatnya di musium Bung Karno. Jualan dengan konsep jemput bola ini, ternyata sangat bagus dan unik dimana sasarannya tentu mereka yang melakukan persembahyangan di pura-pura.
“Dimana ada upacara keagamaan, kita akan datangi. Saya memiliki jadwal piodalan di seluruh pura-pura. Sehari bisa habis 2000 tusuk,” terangnya.
Dengan usaha yang Ia rintis mulai tahun 2016, Ia telah mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk para generasi muda. Ia berharap semua yang Ia kerjakan dapat bermanfaat untuk orang banyak. Ia pun dengan senang hati membantu jika ada yang ingin berkonsultasi sebelum memulai usaha. (Tik)















