banner 1000x130
Polri  

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 Diperketat, Ditlantas Polda Sumbar Beri Peringatan Keras Jelang Mudik Lebaran

banner 2500x130

Padang |Nusantara Jaya News — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mengencangkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dengan memberikan peringatan tegas kepada para pelanggar lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran.

Operasi yang digelar selama dua pekan ini difokuskan untuk menekan potensi kecelakaan sekaligus menumbuhkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya.

banner 1000x130

Langkah penertiban ini ditegaskan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan upaya penertiban dini sebelum terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat. Kepolisian menilai, periode menjelang mudik Lebaran kerap diwarnai meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang berujung pada kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pencegahan dinilai harus dilakukan lebih awal dan secara konsisten.

Dalam pelaksanaannya, Ditlantas Polda Sumbar menurunkan personel ke berbagai titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Pendekatan yang dikedepankan bersifat edukatif dan preventif, namun petugas di lapangan juga diinstruksikan untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa keselamatan berkendara merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, aturan lalu lintas bukan sekadar formalitas saat ada razia, melainkan kebutuhan dasar dalam setiap perjalanan.

“Keselamatan berkendara harus ada dalam diri setiap orang karena hal itu tidak bisa ditawar,” ujar Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, Senin (9/2/2026).

Pengawasan dalam Operasi Keselamatan Singgalang 2026 juga diperluas hingga ke kendaraan angkutan umum dan angkutan barang. Pemeriksaan kelaikan teknis kendaraan dilakukan melalui ramp check di terminal serta sejumlah titik strategis.

Langkah ini bertujuan memastikan armada yang beroperasi benar-benar layak jalan dan tidak membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Sejumlah pelanggaran menjadi fokus utama dalam operasi ini. Di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, kendaraan tanpa kelengkapan dokumen, penggunaan rotator dan sirene ilegal, pelat nomor tidak standar, pengendara tidak memakai helm SNI, berboncengan melebihi ketentuan, penyalahgunaan kendaraan angkutan barang, keberadaan travel ilegal, hingga parkir sembarangan di badan jalan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut dinilai menjadi penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Polda Sumbar menilai rendahnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas masih menjadi persoalan klasik di jalan raya. Karena itu, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 diposisikan sebagai peringatan terbuka bahwa kepentingan keselamatan publik harus berada di atas alasan kenyamanan pribadi para pelanggar.

Melalui operasi ini, kepolisian tidak hanya menargetkan penindakan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Disiplin berlalu lintas ditegaskan sebagai tanggung jawab moral bersama agar perjalanan mudik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan tidak berubah menjadi tragedi di jalan raya.(LKPS)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130