banner 1000x130

OPTIMISME KONSUMEN DI BALI TERJAGA DI TENGAH NORMALISASI KUNJUNGAN WISATA PASCA NATARU

banner 2500x130

Bali |Nusantara Jaya News — Keyakinan konsumen di Bali terhadap kondisi ekonomi terjaga yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang tetap berada pada level optimis (nilai indeks > 100). Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode Januari 2026 menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)sebesar 135,5 (turun -2,8%; mtm) namun masih berada pada level optimis. Optimisme IKK utamanya didorong oleh kelompok pendapatan Rp5-6 juta (146,7), kelompok pendapatan >Rp8jt (139,9), kelompok pendapatan Rp7-8 juta (139,6), serta kelompok pendapatan Rp1-2 juta (139,4). Óptimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (143,9) dan informal (123,4).

Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang.

banner 1000x130

Laju komponen IKK tertahan oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 147,8 menjadi 142,7 (turun 3,5%mtm). Faktor penahan pertumbuhan IKK berasal dari indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar -4,9% (mtm) atau sebesar 145,0, indeks penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar -3,1% (mtm) atau sebesar 142,0, serta indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar -2,4% (mtm) atau sebesar 142,0.

Responden menilai penurunan tersebut turut dipengaruhi oleh turunnya kunjungan wisatawan seiring dengan normalisasi pasca libur Natal dan Tahun Baru 2025. Hal tersebut didukung oleh data Angkasapura yang menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menurun sebesar 12,4% (mtm), dengan total jumlah kunjungan sebanyak 917 ribu orang.

Penurunan umlah wisatawan diyakini memiliki dampak rambatan yaitu terbatasnya lapangan kerja bagi tenaga kerja harian, serta menurunnya pendapatan tambahan dari wisatawan yang memberikan bonus bagi pekerja di sektor akomodasi dan transportasi.

Sejalan dengan IEK, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turut mengalami penurunan dari sebelumnya 131,0 menjadi 128,3 (turun 2,0%; mtm). Perlambatan IKE utamanya disebabkan oleh menurunnya indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar -2,9% (mtm) atau sebesar 135,5. Lebih lanjut,indeks kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu terlihat stagnan, dengan indeks sebesar 100,0.

Di sisi lain, indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu meningkat sebesar 1,3% (mtm) atau sebesar 118,5.


Meski IKE dan IEK masih berada pada level optimis (> 100,0) yang menunjukkan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi masih terjaga, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menyongsong rangkaian Hari Besa Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan Ramadan pada Februari 2026, TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga, termasuk vaksinasi ternak sapi untuk mengantisipasi penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD).

Demi menjaga keselarasan kebijakan pertumbuhan ekonomi dengan Pemerintah Indonesia di tengah tensi geopolitik global, Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2026 mempertahankan Bl-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Lebih lanjut, untuk menjaga citra pariwisata Bali, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mengelola sampah melalui sosialisasi pemanfaatan Teba Modern sebagai pengelolaan kompos untuk sampah organik di lingkungan kantor dan rumah tangga, serta Gerakan Bali Bersih Sampah oleh kalangan pelajar hingga masyarakat umum.

Berbagai upaya tersebut akan mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130