banner 1000x130
Budaya  

Pagelaran Wayang Kulit Hiasi Acara Ruwah Desa Kepuhanyar Mojokerto

banner 2500x130

MOJOKERTO |Nusantara Jaya News – Suasana desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi meriah dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon berjudul “Wahyu Cakraningrat”. Sabtu, (14/2/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman pendopo kantor Pemdes Kepuhanyar ini, menghadirkan pesona budaya Jawa yang kental dan menarik ribuan masyarakat datang menyaksikannya.

banner 1000x130

Kepala Desa Kepuhanyar, Ir. Slamet, menyampaikan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya serta sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga desa.

“Kita ingin masyarakat juga mencintai budaya kita sendiri melalui acara Ruwah Desa seperti ini,” ujarnya.

Acara dibuka dengan kemegahan pesta kembang api yang menerangi langit malam desa, diikuti dengan irama merdu dari gending campursari dan orkes “Sastra Laras” yang dipimpin langsung oleh dalang utama Ki Susilo Wibowo M.Pd dari desa Mlirip Rowo, kecamatan Tarik, kabupaten Sidoarjo pada malam itu.

Dengan keahlian yang luar biasa, Ki Susilo membawa para penonton masuk ke dalam alur cerita yang sarat akan nilai-nilai kebajikan dan hikmah hidupan.

Turut menghiasi acara spesial ini adalah tamu kehormatan dari Forkopimcam Mojoanyar, perangkat desa, serta Debra Septia Eka Haris Putry, anggota DPRD PDI Perjuangan juga turut meramaikan serta memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal.

Masyarakat yang berkunjung dari berbagai penjuru, bahkan luar kecamatan menyampaikan rasa kagum dan harapan agar acara serupa dapat diadakan kembali di masa mendatang.

Aminah, warga desa setempat mengaku sangat senang dengan acara ini. “Kami datang untuk menyaksikan pagelaran orkes campursari serta wayang kulit. Saya juga ingin mengenalkan budaya ini kepada anak saya agar bisa melihat dan memahami cerita wayang yang penuh hikmah. Semoga tahun depan, Ruwah desa semacam ini bisa digelar lagi,” ucapnya, sembari menahan anaknya yang sedang antusias menatap sinden campursari di panggung.

Ditempat yang sama Supri (52 tahun), warga dari desa sebelah, juga menyampaikan komentar positif. “Saya datang bersama keluarga karena ingin memperkenalkan budaya Jawa kepada anak-anak saya. Penampilan orkesnya luar biasa, musiknya juga merdu,” jelasnya dengan senyum lebar.

Pewarta : Widodo

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130