Denpasar |Nusantara Jaya News – Dalam rangka memperingati Hari Bulan Bahasa Bali yang ke-8 tahun 2026, PT Bali Turtle Island Development (BTID) bersama masyarakat desa Serangan, mengadakan lomba bahasa Bali, pada selasa (3/2/2026) di Kantor Kelurahan Desa Serangan Denpasar.
Lomba diikuti oleh peserta baik dewasa maupun anak-anak Sekolah Dasar dari masing-masing banjar dan lingkungan desa Serangan, yang terdiri dari enam banjar adat dan tujuh Lingkungan termasuk kampung Bugis.
Kepala kelurahan Desa Serangan, Ni Wayan Sukanami, mengatakan lomba Bulan Bahasa Bali ini dilaksanakan setiap tahun, yang bertujuan untuk melestarikan budaya Bahasa Bali, mengingat Bahasa Bali ini adalah bahasa ibu provinsi Bali. Untuk pemenang lomba akan diikutkan pada lomba tingkat Kota Denpasar yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 februari mendatang.
Ada empat kategori yang dilombakan diantaranya lomba Mesatue (bercerita), lomba Mepidato (berpidato), lomba Nyurat ( menulis) dan lomba Ngewacen ( membaca). Adapun tim juri berasal dari Penyuluh Bahasa Bali Se-Kecamatan Denpasar Selatan.
“Lomba-lomba yang kita adakan ini semuanya dianggarkan dari dana APBD Kelurahan Serangan serta bantuan dari PT BTID. Setiap tahun BTID juga selalu mendukung dan membantu kegiatan kami, ” jelasnya.
Menurut Sukanami , sejak adanya teknologi digital, penggunaan bahasa Bali nyaris terlupakan. Adanya lomba ini, diharapkan dapat mengubah mereka untuk lebih mencintai dan mengenal budaya Bali.
Salah satu peserta asal Banjar Kaja, Ni Putu Priliyanti mengatakan ada dua pilihan judul pada lomba Mesatue yaitu “Men Tiwas dan Men Sugih” serta ” Bawang Teken Kesuna”.
“Untuk lomba ini saya menggunakan bahasa Bali SOR, bahasa halus yang sering digunakan dalam keseharian, ” ujar Priliyanti.
Sementara itu, Kepala Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy mengatakan, dukungan BTID terhadap kegiatan Bulan Bahasa Bali di Kelurahan Serangan adalah wujud komitmen BTID untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali,”ujar Zefri.
Zefri berharap melalui kegiatan ini, literasi Bali tetap menjadi identitas yang kuat bagi setiap generasi di Bali khususnya Serangan.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Bali, ” imbuh Zefri.
Bulan Bahasa Bali diperingati setiap tahun selama sebulan penuh pada bulan februari mulai tanggal 1-28 februari. Hari bulan bahasa ini untuk melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali. (tik)















