Rio Lahskart: Kontestan Indonesian Idol XIV dengan Power Vokal dan Evolusi yang Paling Ditunggu
Jakarta – Di antara deretan kontestan berbakat di panggung Indonesian Idol Season XIV, satu nama terus mencuri perhatian publik: Rio Lahskart. Sosok penyanyi pria dengan karakter vokal kuat ini bukan hanya hadir sebagai peserta kompetisi, tetapi sebagai representasi perjalanan musikal yang penuh determinasi, emosi, dan konsistensi dalam berkembang.
Sejak awal kemunculannya, Rio dikenal memiliki warna suara tegas dan bertenaga, dengan kontrol vokal yang matang untuk usianya. Namun yang membuatnya berbeda bukan semata kekuatan suara, melainkan proses improve yang nyata dari satu panggung ke panggung berikutnya. Setiap penampilan Rio terasa seperti bab baru lebih berani, lebih dalam, dan semakin menyentuh.
Momen ketika Rio membawakan lagu “Cinta Tak Mungkin Berhenti” menjadi titik penting yang memperlihatkan kemampuannya meramu emosi dan teknik secara seimbang. Ia tidak sekadar menyanyikan lagu, melainkan menghidupkannya. Dinamika vokal yang terkontrol, penempatan nada tinggi yang bersih, serta penghayatan yang jujur membuat penampilannya terasa personal bagi penonton.
Tak berhenti di situ, lagu “Mati-Matian” menjadi bukti keberanian Rio keluar dari zona nyaman. Di lagu ini, ia menunjukkan sisi performatif yang lebih agresif dan penuh intensitas, memperlihatkan bahwa dirinya mampu menyesuaikan karakter suara dengan berbagai emosi ekstrem. Sementara lewat “Teganya Kau”, Rio menampilkan sisi rapuh yang kontras membuktikan fleksibilitas musikal yang jarang dimiliki kontestan pria di musim ini.
Banyak penonton dan pengamat musik sepakat: improve Rio Lahskart adalah salah satu yang paling dinanti setiap minggunya. Ia bukan tipe penyanyi yang statis, melainkan performer yang terus belajar dari kritik, merespons masukan juri, dan mengolahnya menjadi senjata di panggung berikutnya.
Di Indonesian Idol XIV, Rio Lahskart tidak hanya bernyanyi untuk lolos. Ia sedang membangun identitas sebagai artis dengan karakter, visi, dan konsistensi yang jelas. Dan di situlah letak kekuatannya.
(Ysf)
















