banner 1000x130
Berita  

Semburat Bali Nuanu City, Pameran Seni Ungkap Keseharian Bali dari Sudut Pandang Seniman

banner 2500x130

Tabanan |Nusantara Jaya News – Nuanu Creative City menghadirkan pameran yang bertajuk “Semburat Bali” di Labyrinth Art Gallery pada sabtu (7/2/2026). Pameran ini menghadirkan 12 seniman dengan 64 karya yang berlangsung hingga 22 Maret 2026.

Semburat Bali, sebuah pameran kelompok yang dikuratori oleh Samuel David. dimana Pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat Bali dari sudut pandang yang dibentuk oleh keseharian, perjumpaan budaya, negosiasi, dan perubahan yang terus berlangsung.

banner 1000x130

Berlatar di kawasan kreatif Nuanu seluas 44 hektar, Semburat Bali mempertemukan berbagai cara pandang tentang Bali hari ini, yang lahir dari pengalaman hidup yang beragam. Kehidupan sehari-hari berlangsung di antara banyak lapisan seperti ritual dan kehidupan spiritual yang berjalan berdampingan dengan budaya digital.

Perkembangan kawasan, dan perubahan gaya hidup turut memengaruhi cara masyarakat saling berhubungan.

Lapisan-lapisan ini hadir bersamaan, kadang selaras, kadang bertabrakan, membentuk keseharian masyarakat Bali saat ini.

“Nuanu dibangun di Bali, dan harus relevan dengan konteks Bali itu sendiri,” ujar Kelsang Dolma, Gallery Director, Labyrinth Art Gallery. “Pulau ini berubah dengan cepat. Tradisi dan praktik kontemporer tidak saling menggantikan, melainkan berjalan paralel. Labyrinth hadir untuk memberi ruang bagi seniman agar merespons realitas tersebut secara jujur.”

Semburat Bali menghadirkan seniman yang berkarya dalam konteks Bali hari ini. Sebagian dari mereka lahir dan besar di Bali, sebagian datang dari pulau lain di Indonesia dan kini menjadi bagian dari jejaring sosial serta kehidupan sehari-hari di Bali. Berangkat dari latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda, pameran ini mendekati Bali melalui berbagai sudut pandang.

“Semburat Bali tidak berusaha mendefinisikan Bali sebagai sesuatu yang final. Secara personal, sejak empat tahun lalu pindah dari Jakarta ke Bali, saya harus banyak belajar ulang dan melepaskan banyak asumsi. Berdialog lebih dekat dengan rekan-rekan di Bali membuat saya melihat Bali melampaui wajah ornamen yang sering ditampilkan. Pameran ini menawarkan pandangan lebih dekat pada realitas sehari-hari dan gagasan-gagasan yang hidup di dalamnya. Alih-alih menghindari hal-hal yang rumit, kami memberi ruang agar kompleksitas itu bisa hadir bersama.”ucap Samuel.

Seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini adalah Agus Mediana, Eka Sutha, I Gede Sukarya, I Wayan Piki Suyersa, Imam Sucahyo, Made Wahyu Senayadi, Putu Septa, Rio Saren, Sarita Ibnoe, Suartama Bijal, Sugiada Anduk, dan Ni Wayan Wicitra Pradnyaratih.

Bagi Nuanu, Semburat Bali merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem kreatif yang peka terhadap konteks tempatnya berpijak. Seni diposisikan sebagai ruang pertemuan antara seniman, publik, dan lingkungan, di mana gagasan tumbuh melalui pertukaran dan pembacaan bersama.

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Labyrinth Art Gallery berfungsi sebagai ruang temu bagi karya, seniman, dan gagasan. Lebih dari sekadar galeri, Labyrinth menjadi ruang dialog di mana seni digunakan untuk mengamati, mempertanyakan, dan memahami kompleksitas Bali hari ini.

Salah satu Seniman dari dari Bayu Tabanan, Made Wahyu Senayadi, menampilkan tiga karya lukisannya salah satunya bercerita tentang tari “Jauk” yang terbentuk dari kepala Barong.

Karya ini terinspirasi dari kehidupan yang dilakoninya sehari-hari. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, Ia mengaku membutuhkan bantuan dari orang lain.

“Konsepnya kepala barong, saya ambil sebagai rasa kebersamaan karena saya merasa memiliki kekurangan di penglihatan artinya saya hidup ini perlu bantuan sekitar,” terangnya.

Karya yang dipamerkan Wahyu ini dikerjakannya sekitar 4 bulan lantaran berjuang dengan keterbatasan. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti pameran di Nuanu, dan berkarya untuk melatih fokus penglihatannya.

“Ketika orang melihat karya saya itu, saya ingin orang merasakan satu obyek kelihatan banyak (semburat), ” tutupnya. (tik/red).

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130