JAKARTA |Nusantara Jaya News – Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) membuka kotak pandora baru terkait dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga. Lembaga pengawas ini mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, terkait dugaan praktik korupsi dalam produksi dan penjualan produk Biosolar B40 Performance, Senin (2/2/2026).
Sentinel mengendus adanya indikasi penyimpangan serius yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi menipu konsumen industri melalui metode produksi yang mereka sebut sebagai “The Real Oplosan”.
Skandal ini berpusat pada pengadaan zat aditif (additive) untuk produk Solar B40 Performance, yang diduga dilakukan tanpa melalui proses tender yang semestinya. Sentinel menyoroti peran sentral Mars Ega Legowo dalam meloloskan praktik ini, yang diduga melanggar prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan membuka celah mark-up harga yang merugikan keuangan perusahaan.
Dugaan skandal aditif pada Solar B40 Performance ini dinilai memiliki kaitan langsung dengan temuan lama di internal Pertamina. Sentinel mengingatkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat bersaksi di persidangan pernah mengungkap adanya masalah dalam tender aditif untuk proses blending di kilang yang terjadi di Patra Niaga.
Modus operandi pencampuran bahan bakar yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan dan kualitas kilang disebut Sentinel sebagai “The Real Oplosan”. Praktek ini diduga dilakukan secara manual, bukan melalui proses blending yang terstandarisasi di kilang.
Sentinel mendesak Kejaksaan Agung dan KPK untuk tidak tebang pilih dan menetapkan Mars Ega Legowo sebagai tersangka jika bukti-bukti ‘oplosan’ dan penunjukan tanpa tender ini diverifikasi.(Arf)















