SERDANG BEDAGAI |Nusantara Jaya News — Kobaran api mengamuk di Dusun II, Desa Kulasar, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (11/02) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam hitungan menit, dua unit rumah warga rata dengan tanah setelah diduga terjadi kebocoran gas elpiji.
Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan. Warga yang sedang beraktivitas siang hari sontak panik dan berlarian menuju lokasi. Api dengan cepat membesar, melalap bangunan semi permanen beserta seluruh isinya. Dua unit sepeda motor dan sejumlah surat berharga tak sempat diselamatkan.
Rumah yang terbakar diketahui milik Bapak Panda dan Ibu Amiati Pastaria Hondro, pegawai kantor desa. Seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil dinas Camat Silinda.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh warga dengan peralatan seadanya, mengingat lokasi kejadian cukup jauh dari jangkauan petugas pemadam kebakaran.
Namun derasnya kobaran api membuat dua rumah itu tak terselamatkan sebelum akhirnya petugas Damkar tiba di lokasi.
Untuk mencegah api merembet ke bangunan lain, warga terpaksa merobohkan satu rumah milik Jendam Sitepu yang berada persis di samping titik api.
“Dua rumah habis terbakar. Satu rumah terpaksa dihancurkan agar api tidak menjalar. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Sitepu.
Suasana haru dan kepanikan menyelimuti lokasi. Pemilik rumah tampak syok menyaksikan tempat tinggal mereka luluh lantak dalam waktu singkat. Kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sugiati, S.Ag., langsung turun ke lokasi begitu menerima kabar musibah tersebut. Ia menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar.
“Saya sangat prihatin atas musibah ini. Ini bukan hanya kehilangan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma bagi keluarga. Keselamatan dan pemulihan korban harus menjadi prioritas,” ujar Sugiati.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, dinas sosial, serta pihak terkait agar bantuan darurat seperti kebutuhan pokok, pakaian, serta dukungan perbaikan rumah dapat segera disalurkan.
Selain itu, ia juga mendorong adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai keselamatan penggunaan gas elpiji dan sistem keamanan rumah tangga.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada. Saya akan mendorong adanya sosialisasi keselamatan dan memastikan korban mendapatkan perhatian yang layak agar dapat segera bangkit kembali,” tegasnya. (AH)
















