MEDAN|Nusantara Jaya News -Tim Satreskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Medan Area dikabarkan telah mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan seorang wanita yang jasadnya ditemukan di dalam sebuah kotak kontainer di Jalan Denai/Menteng VII, Kecamatan Medan Denai.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Benar, sudah ada yang diamankan terkait kasus penemuan mayat itu,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Namun, Bayu belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas para pelaku karena masih menjalani pemeriksaan.
“Masih dalam pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial SHR (19), warga Kabupaten Deli Serdang, dan SAN (19), warga Kecamatan Medan Tembung.
Sementara itu, korban diketahui berinisial RS (19), warga Gunting Saga Atas, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Korban diketahui bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan.
Sebelumnya, warga Jalan Denai/Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, dihebohkan dengan penemuan jasad seorang wanita di dalam kotak kontainer pada Selasa (10/3/2026).
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tanpa busana. Dugaan sementara, korban merupakan korban pembunuhan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya kain pembungkus atau selimut bertuliskan OYO yang menutupi tubuh korban. Warga sekitar menyebutkan bahwa korban diduga sempat menginap di salah satu hotel OYO.
“Iya bang, informasi yang berkembang wanita itu sempat menginap di hotel OYO kamar C1. Diduga dia dibunuh,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya juga mengaku sempat melihat kotak yang berisi jasad korban diantar oleh seorang pengendara sepeda motor yang mengenakan jaket ojek online.
Setelah menerima laporan warga, personel Unit Reskrim Polsek Medan Area bersama Tim Inafis Polrestabes Medan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan proses autopsi.(Red)
















