banner 1000x130

Aries Agung Paewai Dorong Penguatan Kompetensi Guru DKV SMK, Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Industri Kreatif

banner 2500x130

SURABAYA |Nusantara Jaya News – Upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi di bidang industri kreatif terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan sambutan sekaligus arahan strategis dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Produktif Desain Komunikasi Visual (DKV) jenjang SMK yang digelar pada Rabu (4/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mendorong peningkatan kapasitas guru agar mampu menjawab tantangan perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis dan berbasis teknologi. Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa guru SMK, khususnya pengampu mata pelajaran produktif DKV, memiliki peran sentral dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap kerja.

banner 1000x130

“Industri kreatif berkembang sangat cepat. Guru tidak boleh berhenti belajar. Mereka harus terus meningkatkan kompetensi agar pembelajaran yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

Penguatan Kurikulum Berbasis Industri
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang dirancang untuk menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Salah satu fokus utama adalah penguatan kurikulum berbasis industri, di mana guru didorong untuk memahami standar kompetensi kerja yang berlaku di sektor kreatif.
Kurikulum tidak lagi hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga praktik berbasis proyek nyata (project-based learning) yang mengacu pada kebutuhan klien dan pasar. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan terbiasa menghadapi tantangan riil sebagaimana yang terjadi di dunia kerja.

Aries juga menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara SMK dan pelaku industri kreatif, mulai dari studio desain, agensi periklanan, hingga perusahaan digital. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan materi ajar, perangkat pembelajaran, serta evaluasi kompetensi benar-benar sesuai dengan perkembangan industri terkini.

Selain kurikulum, kegiatan ini juga menghadirkan materi eksplorasi tren desain terkini. Guru diajak memahami perkembangan visual branding, motion graphics, UI/UX design, hingga konten kreatif berbasis media sosial yang saat ini mendominasi pasar.

Tak kalah penting, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses kreatif menjadi salah satu topik utama. Guru diberikan wawasan tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pembuatan konsep desain, pengolahan gambar, penyusunan layout, hingga optimalisasi konten visual.

Menurut Aries, teknologi AI bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, melainkan untuk mempercepat proses kerja dan meningkatkan efisiensi. Oleh karena itu, guru perlu memahami cara penggunaan AI secara bijak dan etis agar dapat mengajarkannya kepada siswa dengan pendekatan yang tepat.
“Anak-anak kita harus melek teknologi. Namun, karakter, etika, dan orisinalitas tetap menjadi fondasi utama dalam berkarya,” ujarnya.

Salah satu tantangan terbesar lulusan DKV adalah bagaimana menampilkan karya secara profesional. Untuk itu, kegiatan ini juga membekali guru dengan strategi membimbing siswa dalam menyusun portofolio yang kompetitif.

Portofolio tidak hanya sekadar kumpulan karya, tetapi harus menunjukkan proses kreatif, pemahaman konsep, kemampuan problem solving, serta identitas visual yang kuat. Guru didorong untuk membiasakan siswa melakukan kurasi karya, menulis deskripsi proyek, hingga mempresentasikan hasil desain secara percaya diri.

Dengan pendampingan yang tepat, siswa SMK DKV diharapkan mampu memiliki portofolio digital yang siap dipresentasikan kepada klien maupun perusahaan sejak sebelum lulus.

Kegiatan peningkatan kompetensi ini merupakan bagian dari strategi besar Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam mewujudkan SMK yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi pembangunan daerah.

Aries Agung Paewai menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan vokasi tidak hanya terletak pada sarana prasarana, tetapi juga pada kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Dengan guru yang kompeten dan visioner, siswa akan memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ekosistem pembelajaran DKV yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi industri, sehingga lulusan SMK Jawa Timur mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, khususnya di sektor industri kreatif yang terus berkembang pesat. (Red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130