banner 1000x130

Dr. Lia Istifhama, Senator Muda Jawa Timur yang Mencuri Perhatian Publik dengan Gaya Mudun Ngisor dan Produktif di Literasi

banner 2500x130 banner 1000x130

Surabaya |Nusantara Jaya News — Tak bisa disangkal, politisi perempuan seringkali lebih cepat mencuri atensi publik. Fenomena ini terlihat dari munculnya sejumlah wajah baru di parlemen yang mampu mengisi ruang digital dengan beragam potret kerja, menyapa masyarakat secara langsung, hingga vokal merespons isu-isu terkini. Salah satu sosok yang menonjol adalah Senator Jawa Timur, Lia Istifhama.(29/3)

Sebagai wajah baru di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama langsung mengunci kemenangan sebagai anggota senator perempuan non petahana dengan perolehan suara terbesar secara nasional, yakni 2.739.123 suara. Raihan tersebut bukan hanya menunjukkan kekuatan elektoralnya, tetapi juga membuktikan tingkat penerimaan masyarakat yang tinggi terhadap dirinya sebagai representasi Jawa Timur.

banner 1000x130

Tidak hanya mengandalkan perolehan suara besar, Lia juga dikenal aktif dan responsif dalam menyuarakan berbagai isu terkini. Ia juga tampil dengan gaya politik “mudun ngisor”, yakni turun langsung ke masyarakat dengan pendekatan yang membumi dan humble. Gaya komunikasi yang santai namun komunikatif membuatnya mudah diterima berbagai kalangan.

Di ruang digital, gaya komunikasinya juga terasa segar dan variatif. Dengan penampilan kasual yang sering dipadukan dengan batik dalam berbagai kesempatan, sosok yang akrab disapa Ning Lia ini bahkan mampu menjelma sebagai idola Generasi Z meskipun berasal dari kalangan milenial. Cara berbicara yang komunikatif serta penampilan yang energik membuatnya memiliki daya tarik tersendiri di ruang publik.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut juga berhasil membuktikan tingkat akseptabilitas yang tinggi di tengah masyarakat. Salah satu indikatornya adalah hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap legislator Jawa Timur yang menempatkan dirinya sebagai yang tertinggi dengan angka 70,5 persen dalam survei yang dilakukan oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Dr. Lia Istifhama lahir dari keluarga Nahdliyin, pasangan KH Masykur Hasyim, mantan Komandan Banser Jawa Timur, dan Hj. Aisyah, kakak kandung Khofifah Indar Parawansa. Latar belakang keluarga Nahdlatul Ulama tersebut sangat selaras dengan karakter masyarakat Jawa Timur yang kuat dengan kultur NU.

Lahir dan besar di Surabaya, Lia menempuh pendidikan mulai dari TK Muslimat Wonocolo Surabaya, SD Taquma Surabaya, SMPN 13 Surabaya, hingga SMAN 16 Surabaya. Menariknya, saat bersekolah di SMAN 16 Surabaya, ia juga menempuh pendidikan informal sebagai santri di Pondok Pesantren Al-Haqiqi Surabaya.

Pada tahun 2002, ia menempuh pendidikan S-1 di tiga perguruan tinggi sekaligus, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Muamalah IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UIN Sunan Ampel), dan Fakultas Dakwah STID Taruna Surabaya.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Akta IV, meraih gelar Magister Ekonomi Islam pada 2013, serta meraih gelar Doktor Ekonomi Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2020.
Produktif dalam Literasi dan Seni
Selain aktif di dunia politik, Lia Istifhama juga dikenal produktif dalam dunia literasi.

Ia menulis berbagai artikel di media massa dengan tema politik, pendidikan, kepemimpinan, perempuan, hingga kebangsaan. Beberapa tulisannya antara lain tentang seni berpolitik holistik, pendidikan di era digital, kepemimpinan perempuan, hingga transformasi demokrasi di era digitalisasi.

Ia juga menulis novel motivasi berjudul Berkisah Tentang Hati yang dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kasus bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa perempuan. Selain itu, ia juga menulis buku seperti Beda Agama Hidup Rukun yang diterbitkan Gramedia Digital.

Kreativitasnya tidak berhenti di dunia literasi. Lia juga menyalurkan kreativitasnya di bidang seni musik. Ia pernah merilis lagu bertema pertanian seperti “Cinta Tani”, “Syair Tani”, dan “Petani Bejo”. Kecintaannya pada sektor pertanian juga diwujudkan melalui kolaborasi karya musik dangdut koplo bersama musisi New Monata. Ia bahkan menjadi penulis lagu sekaligus bintang video klip dalam salah satu karya tersebut.

Aktivis Organisasi dan Banyak Penghargaan
Sebelum menjadi anggota DPD RI dan dilantik pada 1 Oktober 2024, Lia Istifhama aktif di berbagai organisasi, di antaranya Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Sekretaris MUI Jawa Timur, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, pengurus Lazisnu Jawa Timur, LTN NU Jawa Timur, serta Bendahara Umum PB IKA PMII.

Ia juga menerima berbagai penghargaan, di antaranya Tokoh Muda Inspiratif Jawa Timur, Penggerak Perempuan Bidang Pertanian, Figur Akselerator Kemajuan, Legislasi Award, Woman of The Year, Person of The Year, hingga Tokoh Perempuan Terpopuler di berbagai media dan lembaga.

Di masa mudanya, ia juga pernah menjadi Juara Putri NU Surabaya dan Finalis Cak dan Ning Surabaya, yang membuatnya pernah menjadi sampul majalah Kota Surabaya saat itu.

Dengan gaya komunikasi yang santai, aktif di media sosial, produktif menulis, serta sering turun langsung ke masyarakat, Lia Istifhama dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z. Ia juga dikenal dengan tagline Peran CANTIK, yaitu Cerdas, Inovatif, Kreatif.

Kehadirannya di panggung politik nasional menjadi salah satu contoh bagaimana politisi perempuan mampu memadukan politik, literasi, budaya, organisasi, serta komunikasi digital dalam satu gerakan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Sosoknya menjadi representasi politisi perempuan muda yang tidak hanya aktif di parlemen, tetapi juga di tengah masyarakat dan ruang literasi.(Red)

banner 2500x130 banner 2500x130 banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130