Batang |Nusantara Jaya News — Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang saat gema takbir berkumandang menandai tibanya hari kemenangan. Seluruh warga binaan pemasyarakatan yang beragama Islam bersama jajaran petugas melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 H di lingkungan Lapas Batang pada Sabtu (21/3).
Kegiatan ibadah dimulai tepat pukul 06.30 WIB dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Batang, Nurhamdan, beserta jajaran Pejabat Struktural, tamu undangan dari Kementerian Agama Kabupaten Batang, serta seluruh staf Lapas Batang.
Guna memastikan stabilitas keamanan, pengamanan ekstra dikerahkan dengan melibatkan personel gabungan dari Regu Pengamanan 1 dan Regu Pengamanan 4, yang mengawal jalannya ibadah hingga selesai dengan tertib dan lancar.
Usai pelaksanaan sholat, Kalapas Batang, Nurhamdan, membacakan sambutan tertulis dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto. Dalam sambutan tersebut, Kalapas menekankan makna Idul Fitri sebagai perayaan kemenangan iman atas nafsu.
“Idul Fitri merupakan hari yang dirayakan sebagai wujud kegembiraan setelah sebulan penuh menjalani puasa. Sesungguhnya agenda hari raya Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu. Dengan mampu mengendalikan hawa nafsu, kita dapat kembali kepada kesucian atau fitrahnya,” ujar Nurhamdan mengutip sambutan Menteri.
Terkait dengan pemberian hak warga binaan, Kalapas juga membacakan kutipan penting mengenai esensi dari pemberian remisi khusus di hari raya ini.
“Pemberian remisi dan pengurangan masa pidana merupakan bukti nyata dari sikap negara sebagai bentuk apresiasi kepada narapidana dan anak binaan yang senantiasa selalu berusaha berbuat baik, memperbaiki diri, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna,” tambahnya.
Menutup kegiatannya, Kalapas menyampaikan ucapan doa dan harapan bagi seluruh warga binaan agar momentum ini menjadi awal masa depan yang lebih baik.
“Di hari yang fitri ini, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa kita, serta membukakan jalan menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi bersalam-salaman antara petugas dan warga binaan sebagai simbol saling memaafkan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Humas (Thom)

















