banner 1000x130

Indeks Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat Jelang Hari Raya

banner 2500x130 banner 1000x130

Bali |Nusantara Jaya News — Persepsi positif konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus terjaga yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 yang berada pada level optimis (nilai indeks > 100).

Meskipun Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali periode Februari 2026 menunjukkan perlambatan IKK sebesar
130,6 (turun -3,6%; mtm), level IKK masih berada pada level optimis. Lebih lanjut, IKK Provinsi Bali lebih tinggi dibandingkan IKK Nasional dengan IKK sebesar 125,2.

banner 1000x130

Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh
kelompok pendapatan Rp5-6 juta (139,5), kelompok pendapatan Rp4-5 juta (138,2), kelompok pendapatan Rp6-7 juta (135,8), serta kelompok pendapatan >Rp8 juta (132,8). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (135,3) dan informal (121,1).

Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan
konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang.

Perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 5,7% (mtm) dari sebelumnya 128,3 menjadi 121,0. Perlambatan IKE utamanya disebabkan oleh menurunnya indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu hingga 13,1%
(mtm).

Dari responden yang menjawab turun, mayoritas responden memutuskan untuk menahan pembelian barang elektronik. Lebih lanjut, penurunan IKE turut disumbang oleh indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 6,3% (mtm).

Mayoritas responden meyakini bahwa akan terjadi penurunan omzet sehingga responden cenderung untuk menahan konsumsi di tengah low season wisatawan. Hal tersebut selaras dengan data Angkasapura pada bulan Februari 2026 yang menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menurun sebesar 11,2% (mtm),
dengan total jumlah kunjungan sebanyak 814 ribu orang.

Lebih lanjut, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut melambat dari 142,7 menjadi 140,2 (turun 1,8%; mtm). Faktor penahan pertumbuhan IEK utamanya berasal dari penurunan indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 4,3% (mtm) atau sebesar 135,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 1,4% (mtm) atau
sebesar 140,0.

Responden menilai penurunan tersebut turut dipengaruhi oleh masih adanya ketidakpastian
geopolitik yang dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, sehingga meningkatkan persaingan usaha.

Di sisi lain, IKE dan IEK masih berada pada level optimis (> 100,0) masih terjaga oleh komponen IKE pada indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu mengalami peningkatan sebesar 1,5% (mtm).

Hal tersebut sejalan dengan keyakinan responden terhadap kondisi ekonomi secara umum yang masih positif bersamaan dengan rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong
pertumbuhan ekonomi.

Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri pada Maret 2026, TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.

Para pelaku usaha perhotelan serta makanan dan minuman turut meningkatkan
pasokan bahan pangan sejak beberapa bulan lalu untuk mencegah terjadinya keterbatasan pasokan pada saat periode libur panjang.

Demi menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Lebih lanjut, untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan domestik selama periode HKBN, Pemerintah memberikan promo bagi moda transportasi kapal laut hingga 30% mulai 1
Maret hingga 5 April 2026, tiket pesawat rute domestik hingga 18% untuk keberangkatan pada 14-29 Maret 2026.

Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).(red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130