banner 1000x130
Pemkab  

Jelang HBKN Nyepi dan Idufitri, BI dan TPID Klungkung Perkuat Stabilitas Pasokan dan Harga

banner 2500x130 banner 1000x130

Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi jelang
Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Klungkung pada 12 Maret 2026, bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati
Klungkung, I Made Satria dan dihadiri oleh Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Ketut Ari Citrawati; Kepala BPS Kabupaten Klungkung, A. A. Gd. Dirga Kardita; Jajaran
Forkopimda; dan perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Klungkung.

banner 1000x130

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bupati Klungkung, I Made Satria memberikan arahan yang berfokus pada stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Penyelenggaraan pasar murah secara rutin dengan menggandeng pengusaha dan distributor.
2. Monitoring stok secara intensif untuk mencegah praktik penimbunan sekaligus memastikan kelancaran distribusi barang di pasar.
3. Pemberian subsidi atau pembebasan biaya angkut komoditas pangan guna menekan disparitas harga di daerah kepulauan.
4. Memperkokoh kemitraan dengan daerah lain untuk menjamin ketersediaan pasokan.
5. Mendorong Kecamatan Banjarangkan sebagai lumbung ketahanan pangan lokal guna memperkuat kemandirian pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.

Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth, menyampaikan keunikan Kabupaten Klungkung sebagai daerah yang tidak masuk sebagai kabupaten/kota penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), yang mempunyai lahan pertanian terbatas karena kondisi geografis sehingga tergantung pada pasokan dari luar daerah, serta disparitas harga pada daerah
kepulauan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, akibat biaya logistik dan distribusi rantai pasok.

Menyikapi tantangan tersebut Muhamad Siroth menyampaikan beberapa rekomendasi jangka pendek dan menengah panjang untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Klungkung, antara lain :
1. Optimalisasi Operasi Pasar dengan prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat sasaran)
2. Penguatan Kerjasama Antar Daerah, termasuk mendorong pembentukan Perumda Pangan dan/atau sinergi dengan Perumda Pangan lain di Bali.
3. Manajemen ekspektasi masyarakat dengan meningkatkan komunikasi yang efektif ke publik.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Ketut Ari Citrawati, melaporkan kondisi harga berbagai komoditas secara umum terkendali. Salah satunya stok beras dilaporkan dalam kondisi mencukupi, yang terus diperkuat dengan percepatan pasokan dari Perum Bulog dan distributor untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang HBKN.

Kenaikan harga secara terbatas terpantau pada cabai rawit dan daging ayam ras, dipicu oleh faktor cuaca, dinamika produksi, serta meningkatnya biaya pakan ternak.

Senada dengan hal tersebut Kepala BPS Kabupaten Klungkung, A. A. Gd. Dirga Kardita menyampaikan faktor yang mempengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) yaitu faktor cuaca, kenaikan permintaan SPPG, dan kunjungan ke objek wisata terutama Nusa Penida. A. A. Gd. Dirga Kardita menyoroti bahwa 20 komoditas dalam keranjang Indeks Perkembangan Harga (IPH) memiliki andil besar, yakni 39,98% terhadap konsumsi makanan penduduk Klungkung.

Ia juga menyampaikan perlunya perhatian terhadap konsumsi makanan olahan (23,87%) yang rentan terdampak jika harga bahan mentah bergejolak.

Sebagai penutup, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk memastikan pengendalian harga pangan di Kabupaten Klungkung berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Klungkung dan Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.(red)

banner 2500x130 banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130