SURABAYA |Nusantara Jaya News – Komitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.(6/3)
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi meluncurkan Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) di UPT PTKK sebagai bagian dari langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan pangan.
Program ini dirancang untuk menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik nyata di bidang ketahanan pangan.
Melalui program SIKAP, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencetak siswa cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta memahami pentingnya kemandirian pangan sejak dini.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis yang harus dipahami generasi muda. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kemandirian dan inovasi kepada peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang aplikatif.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus mampu menjadi pusat inovasi yang membangun kesadaran siswa tentang pentingnya ketahanan pangan untuk masa depan,” ujar Aries.
Program SIKAP dirancang untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan ketahanan pangan di lingkungan sekolah. Salah satu implementasinya adalah pemanfaatan lahan sekolah secara optimal sebagai media pembelajaran berbasis praktik.
Melalui program ini, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan produktif, seperti pengembangan budidaya tanaman pangan, pengelolaan kebun sekolah, hingga pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses produksi pangan.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan mampu menumbuhkan keterampilan nyata bagi siswa sekaligus memperkuat karakter mereka sebagai generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, di mana siswa dapat memahami secara langsung proses produksi pangan, pengelolaan sumber daya alam, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ketahanan pangan menjadi salah satu isu global yang membutuhkan perhatian serius. Oleh karena itu, melalui Program SIKAP, Dinas Pendidikan Jawa Timur berupaya menanamkan kesadaran tersebut sejak dini kepada para siswa.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya pangan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara nyata dalam menciptakan solusi inovatif di bidang pangan di masa depan.
Peluncuran Program SIKAP di UPT PTKK diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Jawa Timur untuk mengembangkan program serupa.
Melalui program ini, sekolah didorong untuk membangun budaya inovasi yang mampu memperkuat karakter peserta didik serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.
Aries Agung Paewai juga menekankan bahwa pendidikan masa depan harus mampu membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills), kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan global.
Dengan sinergi antara inovasi pendidikan, kepedulian lingkungan, dan penguatan karakter siswa, Program SIKAP diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang. (Red)
















