MANGUPURA |Nusantara Jaya News – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polres Badung mulai mematangkan berbagai persiapan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 di Bali.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Polres Badung menggelar Upacara Pembukaan Latihan Pra Operasi Ketupat Agung 2026 yang berlangsung di Aula Mapolres Badung, Selasa (10/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para Kasatgas, Kasubsatgas, pejabat operasi, serta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026.
Upacara pembukaan latihan pra operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Badung, Joseph Edward Purba. Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Agung 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi ini bertujuan untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif, sekaligus menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa, merayakan Idulfitri, serta mengikuti rangkaian Hari Raya Nyepi dengan aman dan nyaman.
Kapolres Badung menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat situasi khusus karena perayaan Idulfitri berdekatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Rangkaian tersebut meliputi kegiatan Melasti hingga Pengrupukan atau pawai ogoh-ogoh yang biasanya melibatkan banyak masyarakat.
Di sisi lain, umat Muslim juga menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, serta tradisi mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan di berbagai wilayah.
Menurut Kapolres, peningkatan mobilitas tersebut harus diantisipasi dengan kesiapan personel serta strategi pengamanan yang matang agar tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban di masyarakat.
“Perlu diantisipasi dalam menghadapi perayaan Idulfitri adalah meningkatnya potensi gangguan kamtibmas yang dapat meresahkan masyarakat, seperti pencurian, penipuan, dan tindak pidana lainnya,” ujar AKBP Joseph Edward Purba.
Ia menambahkan bahwa beririsan dengan perayaan Nyepi, Polri harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan seluruh rangkaian hari raya dengan lancar dan khidmat.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026, Polres Badung bersama seluruh jajaran Polsek akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, instansi pemerintah daerah, serta mitra kamtibmas lainnya.
Pengamanan akan mengedepankan kegiatan preventif yang didukung dengan langkah preemtif, pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, kegiatan kehumasan, serta dukungan operasional lainnya.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan, khususnya di titik-titik rawan seperti jalur mudik, kawasan wisata, pusat keramaian, tempat ibadah, serta lokasi kegiatan adat dan budaya di wilayah Badung.
Melalui pelaksanaan Latihan Pra Operasi ini, seluruh personel yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait pola pikir dan pola tindak selama pelaksanaan operasi berlangsung.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi antar fungsi serta memperkuat kerja sama dengan instansi terkait dalam menghadapi berbagai potensi situasi di lapangan.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pihak, pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 di wilayah Badung diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Polres Badung juga berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga seluruh rangkaian perayaan Idulfitri dan Hari Raya Nyepi di Bali dapat berlangsung dalam suasana damai, aman, dan penuh toleransi.(Red)
















