Surabaya |Nusantara Jaya News — Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU sebagai momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa.(29/3)
Dalam pernyataannya, Lia menegaskan bahwa Muslimat NU telah menjadi pilar kekuatan perempuan Indonesia yang tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga berakhlak mulia dan aktif berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
“Selamat Harlah ke-80 Muslimat NU. Semoga terus melangkah menjadi kekuatan perempuan yang berdaya, berakhlak mulia, dan memberi kontribusi nyata,” ujar Lia.
Ia juga menekankan bahwa peran perempuan dalam organisasi keagamaan seperti Muslimat NU sangat strategis, terutama dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Perempuan, menurutnya, memiliki peran penting tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam pembangunan sosial, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat.
Menurut Lia, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang dipegang teguh oleh Muslimat NU menjadi fondasi penting dalam menjaga moderasi dan harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Nilai tersebut dinilai mampu menjadi penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk.
Sebagai organisasi perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU dinilai telah konsisten dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program pendidikan, sosial, dan keagamaan yang langsung menyentuh masyarakat.
Lia berharap, di usia ke-80 ini, Muslimat NU semakin solid dalam menguatkan peran perempuan sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
“Bersama Muslimat NU, kita wujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya. (Red)

















