Tabanan |Nusantara Jaya News — Kunjungan Liburan Nyepi dan Lebaran tahun 2026 ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot mencatat peningkatan yang signifikan.
Peningkatan ini terlihat dari jumlah kunjungan harian yang menembus angka lebih dari 4.000 wisatawan, yang meningkat tajam dibandingkan rata-rata kunjungan normal yang berkisar di angka 1.500 orang per hari.
Ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata, khususnya dalam momentum libur panjang keagamaan yang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berlibur bersama keluarga.
Di tengah dinamika global yang berkembang, termasuk memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pihak manajemen DTW Tanah Lot juga mencermati adanya dampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.
Yang paling terlihat adalah penurunan jumlah wisatawan dari kawasan Timur Tengah. Faktor keamanan, ketidakpastian perjalanan, serta kondisi geopolitik menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan internasional dalam menentukan rencana perjalanan.
“Memang terdapat sedikit penurunan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah, penurunan ini tidak terlalu mempengaruhi karena wisatwan dari India dan China masih mendominasi, sedangkan kunjungan dari wisatawan timur tengah menyumbang persentase yang tidak terlalu signifikan di DTW Tanah Lot. Namun demikian, kondisi ini masih dapat diantisipasi dengan kuatnya pergerakan wisatawan domestik,” ujar Manajer DTW Tanah Lot.
Lebih lanjut dijelaskan, tingginya kunjungan wisatawan domestik menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas kunjungan selama periode libur Idul Fitri. Wisatawan lokal mendominasi dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memeriahkan suasana libur, manajemen DTW Tanah Lot menghadirkan pertunjukan seni tradisional Joged Bumbung yang digelar menjelang matahari terbenam. Pertunjukan ini menjadi salah satu atraksi favorit pengunjung karena menghadirkan hiburan yang interaktif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali.
“Kami berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan sentuhan budaya yang khas Bali. Joged Bumbung menjadi salah satu bentuk hiburan yang mampu menciptakan interaksi positif antara wisatawan dan seni tradisional,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, DTW Tanah Lot terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung, baik domestik maupun mancanegara, di tengah berbagai tantangan global yang ada.(tik)

















