Surabaya |Nusantara Jaya News – menindak lanjuti hal yang Negatif, anggota Madas Nusantara bergagas membatu adek bernama Fitria (9 tahun) warga Pelenggian, Desa Kedundung, Kecamatan Sampang, Maduran, yang mengidap penyakit Tumor Otak,
Pasalnya, Adek Fitria harus ini mendapatkan perawatan secara insentif dan sangat membutuhkan penanganan para medis di rumah sakit Dr Soetomo Surabaya, untuk menjalani kepulihan.
Namun, hal tersebut terlihat sangat berbeda, justru adek Fitria mendapatkan pelayanan kurang cepat dan tanggap oleh pihak rah sakit Soetomo Surabaya. Adik Fitria harus mengikuti proses administrasi (Umum).
Menurut keterangan Mukhlis Korlap Brikom (Brigade Komando) mengatakan bahwa sebelumnya pasien bernama Fitria ini sempat dilakukan rawat inap di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya, setelah itu adik Fitria dipulangkan diduga sudah membaik.
“Namun, begitu kembali kerumah sakit, pada Rabu (25/03) sekitar pukul 09:00 wib. Pasien mengalami lepas selang di bagian hidung, tetapi. Pihak rumah sakit meminta keluarga untuk ikut prosedur yang sudah di tentukan.” Jelas Mukhlis.
Tanpa ada tindakan dari pihak rumah sakit, maka kami tim Madas Nusantara mencoba mengkonfirmasi rumah sakit supaya adek Fitria bisa ditangani dengan baik dan tidak mengikuti proses yang ada. seperti ikut umum serta harus membayar.
“Jadi sebelumnya adek Fitria sempat diminta Mengantri, kedua tidak bisa menggunakan BPJS, ketiga harus mengikuti prosedur yaitu. Ikut umum atau harus membayar.” Katanya.
Masih kata Mukhlis, Alhamdulillah setelah kami berupaya mengkonfirmasi pihak rumah sakit, Adek Fitria lansung ditangani oleh tim medis untuk penangan awal hingga kini pasien masih dalam penangan para dokter dari rumah sakit Dr Soetomo Surabaya.
Dirinya menyampaikan, dengan mewakili Madas Nusantara saya berterimakasih atas respon cepat para dokter di rumah sakit Dr Soetomo Surabaya dengan penanganan adek Fitria yang mengidap penyakit Tumor Otak.
“Semoga adek Fitria bisa diselamatkan dari penyakit Tumor Otak dan pulih kembali seperti anak-anak yang lain bisa bermain.” Ujarnya.(Dwi)

















