banner 1000x130

OJK Bali Kick Off dan Training of Trainers Modul Ajar Literasi Keuangan

banner 2500x130

Denpasar |Nusantara Jaya News – Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi kalangan pelajar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Provinsi Bali, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Provinsi Bali telah meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan Tingkat SMA/MA di Provinsi Bali pada 7 Oktober 2025.

Sebagai tindak lanjut, OJK mengadakan acara Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan secara tatap muka dan daring (hybrid) dengan mengundang kepala sekolah dan perwakilan guru ekonomi SMA/MA se-Provinsi Bali pada Selasa (24/2).

banner 1000x130

Modul Ajar Literasi Keuangan ini disusun untuk menstandarkan modul ajar literasi keuangan tingkat SMA/MA se-Provinsi Bali guna memastikan seluruh siswa SMA/MA di Bali memiliki pemahaman dan keterampilan siswa SMA/MA di Bali yang seragam terkait konsep dasar keuangan, mulai dari manajemen keuangan hingga pemahaman tentang produk dan layanan jasa keuangan. Modul ini diajarkan untuk siswa kelas X pada semester kedua setiap tahun pelajaran dengan total 16 jam mata pelajaran.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya pemahaman keuangan sebagai essential life skill yang harus dipelajari sejak dini bagi generasi muda.

“Dengan jumlah pelajar di Bali sekitar 902.437 orang atau 20,23% dari jumlah penduduk Pulau Dewata, peningkatan literasi keuangan untuk para pelajar tidak dapat dikesampingkan.

Hal ini penting karena pemahaman keuangan merupakan essential life skill untuk mencegah potensi permasalahan terkait dengan penggunaan produk keuangan seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal serta kejahatan keuangan digital” ujar Irham.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si. yang menyampaikan apresiasi terhadap langkah OJK untuk memberikan pembekalan literasi keuangan kepada guru SMA/MA.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali atas inisiasi dan kolaborasi yang sangat strategis. Langkah nyata ini memperkuat kapasitas generasi muda Bali agar memiliki kecakapan literasi dan inklusi keuangan. Selanjutnya agar literasi keuangan di kalangan pelajar tidak berhenti pada tingkat pengetahuan saja namun juga dapat terwujud melalui adanya ekosistem yang memungkinkan pelajar kita melakukan praktik baik dari literasi keuangan yang telah diperoleh di bangku sekolah,” kata Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Menunjuk Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025 – 2029, pada tahun 2029, indeks literasi keuangan ditargetkan mencapai 69,35% dan indeks inklusi keuangan sebesar 93%. Sementara berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025 – 2045, sektor keuangan menjadi salah satu dari 45 indikator utama pembangunan.

Sektor keuangan diarahkan menjadi sumber pembiayaan yang dalam, inovatif, efisien, stabil, dan inklusif. Inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan dalam RPJPN 2025 – 2045 yaitu dengan target sebesar 98% pada tahun 2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan OJK dan BPS tahun 2025, tingkat literasi keuangan secara nasional yaitu sebesar 66,46% lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inklusi keuangan yang telah mencapai 80,51%. Pada usia pelajar (15-17 Tahun), tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing mencapai 51,68% dan 74%.

Penyusunan Modul Ajar bertujuan untuk menyeragamkan materi ajar terkait OJK dan Industri Jasa Keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK sehingga para guru dan murid memperoleh pemahaman yang setara di seluruh wilayah Provinsi Bali.

Selain itu, modul ajar ini juga diperkaya dengan informasi terkini tentang kejahatan keuangan digital, produk lembaga keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, serta informasi tentang mekanisme pelindungan konsumen yang ada di OJK.

Melalui kegiatan ToT Modul Ajar ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman guru sebagai Duta Literasi Keuangan sehingga mendukung peningkatan literasi keuangan siswa sejak dini yang akan membentuk karakter dan sikap generasi muda penerus bangsa yang akan menjadi anggota masyarakat cerdas dan mandiri secara finansial, serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia emas.(red)

banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130