Dompu.NTB |Nusantara Jaya News.id – Warga tani di Kelurahan Montabaru spontan memblokir jalan karena pengusaha tidak mau membeli gabah petani yang konon tidak memenuhi standar, Sabtu Sore (27/3/26) sekitar pukul 03.45 Wita.
Salah satu warga tani yang di konfermasi awak media ini mengatakan, kami menutup jalan ini karena pengusaha tidak mau lagi membeli gabah petani karena alasan kwalitas yang rendah, pada hal secara kasat mata gabah kering panen (GKP) kami berkwalitas dan memenuhi standar.
“Ini coba lihat gabah kami sangat bagus, masa kwalitas ini jelek,”ujarnya dengan nada marah.
Ia minta kepada pengusaha agar tetap membeli gabah petani dan jangan menjadikan alasan sepihak mutu gabah petani yang tidak bagus lalu stop membeli gabah petani, lalu kemana lagi kami menjual gabah ini, tuturnya dengan kesal.
Terkait hal ini Bupati Dompu Bambang Firdaus SE harus segera turun tangan dan memerintahkan Dinas terkait antara lain Bulog, Dinas Pertanian, TNI, Polri untuk segara turun tangan, dan mencarikan selusi yang terbaik agar tidak menimbulkan ke resahan di tengah masyarakat dan nasib para petani di ambang kebingungan.
Apabila hal ini tidak teratasi dengan cepat dan segera maka gabah para petani yang tersimpan di sawah akan semakin rusak, mengingat saat ini cuaca sulit di prediksi, sebentar panas dan sebentar turun hujan. Selain itu terkesan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu di bawa kepemimpinan BBF dan SJD di nilai tidak mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto, untuk meningkatkan ketahanan pangan di Daerah dan swasembada pangan Nasional.
“Para petani minta kepada Bulog Wilayah Bima dan Dompu untuk segera melakukan operasi khusus agar seluruh gabah petani bisa beli dengan harga dan kwalitas yang di tetapkan pemerintah, sehinga taraf hidup petani sehahtera dan meningkat sesuai cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ujarnya.
Akibat penutupan jalan tersebut arus lalu lintas kendaraan dari Dompu menuju woja dan sebaliknya dari woja ke Dompu macet, untuk menghindari penumpukan kendaraan pihak anggota Polsek Woja mengalihkan jalur alternatif ke jalan dan gang perkampungan warga, jelasnya.
Saat berita ini di rilis tak berapa lama jalan yang di blokir oleh kelompok warga tani kembali di buka paksa oleh personil Polsek woja, Bhabinkamtibmas, dan Bhabinsa Kelurahan setempat sehingga arus kendaraan kembali normal, pungkasnya.
Rdw/ddo.















