Bali |Nusantara Jaya News — Pemerintah Kabupaten Karangasem bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Karangasem pada Selasa 3 Maret 2026 bertempat di Kantor Bupati Karangasem. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, dan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan.
Turut hadir Wakil Bupati Karangasem,Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, S.T., M.T., Kepala BPS Kabupaten Karangasem Ketut Mondai The And, SST, jajaran Forkopimda, Direktur Utama Perseroda (PT Karangasem Sejahtera), Ketua Kadin Karangasem, serta perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Karangasem.
Dalam sambutannya, Bupati Karangasem mengapresiasi kolaborasi erat antara TPID Karangasem dan Bank Indonesia,khususnya dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang Nyepi serta Ramadan-ldulfitri.
“Inflasi merupakan indikator yang sangat dekat dengan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu menjalankan strategi 4K: Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif secara intensif,” tegas Parwata.
la menambankan banwa meskibun Karandasem bukan merupakan kabupaten pemantauan Indeks Harga Konsumen (HK)potensi kenaikan harga komoditas pangan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah
Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan, turut menyampaikan apresiasinya atas koordinasi solid TPID Karangasem.
la memaparkan strategi pengendalian inflasi jangka pendek menyambut Nyepi dan Ramadhan-Idulfitri, serta strategi jangka panjang untuk menjaga inflasi di Karangasem dan Provinsi Bali tetap berada pada sasaran 2,5±1% di tahun 2026.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Indonesia menyalurkan berbagai program fasilitasi pengembangan ekonomi di Karangasem, mulai dari bantuan sarana prasarana pertanian hingga program on-boarding UMKM. Dari sisi data, Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Karangasem yang dipotret melalui 20 komoditas utama konsumsi masyarakat.
BPS menekankan pentingnya atensi terhadap komoditas beras akibat adanya penurunan produksi pada Maret 2026 yang memicu ketergantungan pasokan dari luar daerah. Selain itu, cabai rawit dan cabai merah diprediksi akan memengaruhi pergerakan IPH secara signifikan akibat lonjakan permintaan jelang HBKN.
Lebih lanjut, Disperindag dan Dinas Pertanian Karangasem menyampaikan, ketersediaan pangan di Karangasem relatif terjaga, ditopang oleh dukungan pasokan lintas wilayah serta penguatan ekosistem hulu-hilir. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring potensi kenaikan permintaan menjelang HBKN Triwulan 1 2026.
Guna memastikan stabilitas harga menjelang HBKN Triwulan I 2026, TPID Kabupaten Karangasem mengintensifkan langkah-langkah strategis pengendalian inflasi jangka pendek melalui penguatan operasi pasar murah, percepatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjamin kelancaran pasokan, serta optimalisasi strategi komunikasi publik.
Melalui upaya tersebut, diharapkan inflasi bulanan Karangasem tetap berada di bawah tren historis periode HBKN, inflasi tahunan terjaga dalam kisaran sasaran nasional, serta inflasi komoditas pangan dapat terkendali untuk mendukung pencapaian target nasional.
Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen untuk memastikan pengendalian inflasi di Kabupaten Karangasem berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (Red)
















